Jokowi: Walikota Solo yang Humanis dan Berprestasi

Alhamdulillah ada juga tokoh bagus yang bisa diberitakan…:)

Agar Indonesia makmur, butuh pemimpin yang amanah dan peduli pada rakyatnya. Mudah-mudahan para tokoh, parpol, dan pejabat bisa mendukungnya juga. Ada pun kita bisa mendukungnya dengan mempromosikan di milis-milis dan blog yang kita miliki jika perlu membuat dan memasang spanduk agar rakyat tidak salah pilih dan didapat pemimpin yang amanah.

Jarang-jarang ada pemimpin di Indonesia yang bagus dan humanis. Oleh karena itu saya tampilkan Jokowi yang mampu memindahkan pedagang kaki lima di Solo tanpa harus menggusur mereka. Jokowi dengan cerdas mengatasi masalah dengan Win-Win Solution.

Hebatnya lagi, tidak seperti pemimpin lain yang mengeluh soal gaji atau minta naik gaji, dia tidak pernah mengambil gajinya. Usaha Mebelnya yang sudah ada sebelum jadi walikota sudah cukup untuk menghidupinya.

Contohnya agar mau dipindahkan, Jokowi mengajak para pedagang itu makan-makan setiap minggu. Pada acara makan ke 54, baru dia berani menyatakan bahwa dia akan memindahkan para pedagang.

Baca selebihnya »

Perbandingan Jokowi vs Tokoh2 PKS

Saya melihat beberapa kader PKS melakukan kampanye hitam/penghinaan terhadap Jokowi. Dari Jokowi Musyrik, Esemka bohongan, dan sebagainya. Padahal belum tentu itu benar.

Memang sih tokoh-tokoh PKS dikenal sebagai ustad/qiyadah yang boleh dikata diikuti secara membabi-buta/taqlid oleh para kadernya. Bahkan kritikan para ustad seperti Ustad Ahmad Sarwad atau Ustad Ihsan Tanjung pun tidak diindahkan. Para tokoh PKS selain fasih membaca Al Qur’an juga bahkan ada yang hafal Al Qur’an/Hafidz.

Baca selebihnya »

Hatta Radjasa: Nasionalisasi Perusahaan Asing Rendahkan Harga Diri

Bangsa Indonesia karena kekayaan alamnya dikuras oleh perusahaan asing sekarang jadi hina dan melarat. Emas dan Perak cuma dikasih 1% saja oleh Freeport. Padahal emas dan perak itu milik rakyat Indonesia.
Mayoritas rakyat saat ini cuma jadi jongos outsourcing yang gajinya rendah tanpa ada jaminan sosial. Bekerja untuk perusahaan2 asing yg mengelola kekayaan alam mereka sendiri.
Beberapa negara yang telah melakukan Nasionalisasi adalah Iran, Mesir, Arab Saudi, Cili, Venezuela, Bolivia, Norwegia, dsb. Mereka semua jauh lebih makmur dan terhormat daripada Indonesia yang 90% kekayaan alamnya dikuasai asing. Tidak berdaulat atas Kekayaan alamnya sendiri.
Baca selebihnya »

Foke: Selama 5 Tahun Tidak Ada Konflik Horisontal

Mungkin karena jarang turun ke bawah/kontrol jadi tidak tahu atau bisa jadi memang doyan ngibul: http://megapolitan.kompas.com/read/2012/08/13/21005670/Awas.Ada.Tawuran.Warga.di.Jalan.Latumenten
dan http://megapolitan.kompas.com/read/2012/08/09/07270970/Bulan.Puasa.Tawuran.Warga.Merebak.di.Jakarta dan http://www.indosiar.com/fokus
http://metropolitan.inilah.com/read/detail/704841/fbr-kini-bentrok-dengan-forkabi
http://news.detik.com/read/2012/08/30/034157/2002703/10/kronologi-bentrok-berdarah-kelompok-john-kei-vs-hercules-di-cengkareng
http://www.antaranews.com/berita/1271304492/bentrok-priok-tiga-petugas-satpol-pp-tewas
Belum tawuran antar pelajar yg sering terjadi seperti di SMAN 70

Foke: Selama 5 Tahun Tidak Ada Konflik Horisontal

Baca selebihnya »

Iklan Partai Nasdem di Metro TV dan MNC TV Grup: Curi Start Kampanye?

Partai Nasdem itu tiap hari pasang iklan di MetroTV dan grup MNC TV mentang2 pengurusnya Suryo Paloh punya MetroTV dan Harry Tanu punya MNC TV grup (RCTI, Global TV, MNC).
Apa iya parpol boleh pasang iklan meski tidak masa kampanye?
Apa tidak mencuri start?
Kalau pasang iklan TV tiap hari dan partai2 lain ikut pasang iklan, apa bukannya malah mengakibatkan pemborosan uang partai yang berakibat korupsi makin menggila?
Pikir mas… pikir…
Jangan kampanye untuk perbaikan, tapi malah justru mengarah pada kerusakan.

Baca selebihnya »

Dahlan Iskan: Pencitraan Petasan Laksana Bom?

Sebelumnya buat simpatisan Dahlan Iskan dan pak Dahlan Iskan sendiri, jangan anggap ini kritik yang menjatuhkan. Karena di sini diberi juga solusi agar apa yang dilakukan benar-benar benar-benar bermanfaat bagi rakyat. Insya Allah ini kritik yang konstruktif.

Apa yang dilakukan Dahlan Iskan cukup mengundang sensasi di media massa. Ini juga menyebabkan masyarakat jadi simpati. Beberapa di antaranya adalah:

1. Dahlan Iskan naik KRL

2. Dahlan Iskan naik Ojek

3. Dahlan Iskan menginap di rumah warga miskin

4. Dahlan Iskan menggratiskan jalan tol untuk sekitar 100 mobil saat dia lewat dan minta Jasa Marga untuk membuka semua pintu tol agar tidak macet.

5. Dahlan Iskan ingin membuat mobil listrik

Semua itu baik. Yang jadi pertanyaan, adakah tindakan Dahlan Iskan itu hanya bermanfaat untuk sebagian besar rakyat Indonesia yang total jumlahnya 240 juta? Atau cuma bermanfaat untuk segelintir rakyat Indonesia saja? Kurang dari 100 orang yang merasakan hasilnya?

Baca selebihnya »

Partai Pendukung Kenaikan Harga BBM dan Penentangnya

Partai pendukung kenaikan harga BBM yang utama adalah Partai Demokrat yang memang sejak awal gigih memperjuangkan kenaikan harga BBM. Ada pun partai lain seperti Golkar dan PPP yang semula menolak kenaikan harga BBM, akhirnya setelah rapat paripurna menyetujui kenaikan harga BBM.

Ada 2 Opsi yang dipilih. Opsi pertama menolak kenaikan harga BBM. Yang menolaknya adalah PDIP dan Hanura yang sampai walk-out. Kemudian Gerindra dan PKS.

Ada pun Opsi Ke2 menyatakan pemerintah bisa menaikan harga BBM jika rata-rata harga jual minyak Indonesia (sesuai dengan harga bursa Komoditas NYMEX)  di atas 15% dari acuan APBN yang US$ 105,75/brl. Artinya jika harga minyak dunia mencapai US$ 120,75, pemerintah bisa menaikan harga BBM. Saat ini harga minyak sudah mencapai US$ 118/brl.

Baca selebihnya »

BBM Naik Rp 6.000, Ibas: Partai Koalisi Diminta Dukung Pemerintah

Ibas, anak SBY yang juga jadi Sekjen Partai Demokrat, meminta partai Koalisi mendukung keputusan pemerintah untuk menaikan harga BBM dari Rp 4.500/ltr jadi Rp 6.000/ltr….

Jumat, 30/03/2012 12:11 WIB

BBM Naik Rp 6.000, Ibas: Partai Koalisi Diminta Dukung Pemerintah

Rista Rama Dhany – detikFinance
Jakarta – Pemerintah berencana untuk menaikkan harga BBM subsidi menjadi Rp 6.000 per liter. Partai Demokrat sebagai pendukung pemerintah meminta partai-partai koalisi mendukung langkah tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Sekjen Partai Demokrat Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/3/2012).

“Semua partai menginginkan yang terbaik buat bangsanya. Kenaikan BBM bukanlah hal yang baru, maka itu kami (Partai Demokrat) meminta komitmen partai koalisi untuk mendukung langkah pemerintah,” tutur Ibas.

Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: