Prestasi dan Kinerja Pemerintahan SBY

Jika kita lihat Kinerja Pemerintahan SBY yang merupakan Koalisi PD, Golkar, dan beberapa partai lainnya akan kita lihat sisi positif dan negatif.

SBY – Alhamdulillah BBM 3 x Turun dan 3 x Naik!

BBM (Premium) memang turun dari Rp 6.000/liter jadi Rp 5.500, Rp 5.000, kemudian Rp 4.500/liter. BBM turun 3x. Tapi harap diingat pula, di zaman SBY pula BBM naik sampai 3 kali! Kalau turun besarnya hanya 10% atau kurang, ketika naik justru sampai 125%!

Download File Presentasi “Tak Ada Subsidi BBM” dan Penjajahan Kompeni

Secara matematis memang dengan jumlah konsumsi minyak 1,2 juta bph (barrel/hari), produksi 1 juta bph, dan impor 0,2 juta bph dengan biaya produksi US$ 15/barrel, harga jual US$ 77/barrel dan harga minyak Internasional US$ 125/barrel Indonesia harusnya untung US$ 49,4 juta per hari atau Rp 165,8 Trilyun/tahun(1 barrel=159 liter dan 1 US$ = Rp 9.200). Anda juga bisa menghitung sendiri dengan spreadsheet/kalkulator anda.

Kenaikan Harga BBM, TDL, Telepon: Megawati Minta Pengertian dan Dukungan Rakyat

Presiden Megawati Soekarnoputri menegaskan, keputusan pemerintah menaikkan harga BBM, telepon dan listrik adalah semata–mata untuk memperbaiki kondisi perekonomian bangsa Indonesia. Untuk itu masyarakat diimbau agar mengerti, kendati keputusan menaikkan harga tersebut dirasakan sangat berat.
”Pemerintah tak punya pilihan lain, kecuali menaikkan harga BBM,” ujar Megawati ketika menyampaikan pidato politiknya selaku Ketua Umum DPP PDIP pada perayaan HUT PDIP ke-30 di lapangan Mengwi, Badung, Bali, Minggu (12/1).

Zaman SBY Harga BBM Naik 125%

Pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, rakyat harus menghadapi kenaikan harga BBM sebesar 125%. Pemerintah menaikkan harga minyak tanah dari Rp 700 menjadi Rp 2.000, solar Rp 2.100 menjadi Rp 4.300, dan premium Rp 2.400 menjadi Rp 4.500 masing-masing per liter.