Aburizal Bakrie dan Korban Lumpur Lapindo Brantas, Porong Sidoarjo

Lumpur Sidoarjo – Greenpeace Buang Lumpur ke Kantor Menko Kesra

Jakarta, Kompas, Kamis, 28 September 2006 – Aktivis Greenpeace, Rabu (27/9), membuang lumpur dari Sidoarjo (Jawa Timur) di depan pintu gerbang Kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie.

Baca lebih lanjut

Profil Suryo Paloh

Wiki. Surya Dharma Paloh (lahir 16 Juli 1951 di Kutaraja (Banda Aceh)) adalah Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar. Surya Paloh juga dikenal sebagai pengusaha pers dan memiliki harian Media Indonesia, Lampung Post, dan Metro TV, stasiun televisi berita 24 jam yang pertama di Indonesia.

http://id.wikipedia.org/wiki/Surya_Paloh

Kekayaan Menkokesra Aburizal Bakrie Naik 139 Milyar Dalam Setahun

Kekayaan Aburizal Meningkat Naik Rp 130 Miliar Dibandingkan dengan Tahun Lalu

Kompas, Rabu, 24 Mei 2006

Jakarta, Kompas – Kekayaan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie naik sebesar Rp 130 miliar, dari kekayaan pada tahun 2004 sebesar Rp 1,190 triliun menjadi Rp 1,329 triliun. Sementara kekayaan mantan Menko Kesra Alwi Shihab turun sebesar Rp 535 juta, dari kekayaan pada tahun 2004 Rp 18,609 miliar menjadi Rp 18,174 miliar.

Baca lebih lanjut

Prestasi Sutiyoso

Prestasi yang dicapai oleh Sutiyoso adalah berhasil merubah tempat pelacuran Kramat Tunggak yang kumuh menjadi Islamic Center yang bersih dan rapi.

Kemudian Sutiyoso juga berhasil membangun Busway meski membuat macet jalur non-busway (karena menyempit satu jalur) tapi memberi alternatif angkutan umum yang cepat (meski harus berdiri berdesakan).

Baca lebih lanjut

Prestasi SBY

Prestasi yang dicapai oleh SBY adalah memadamkan berbagai kerusuhan di Ambon, Poso, dan Kalimantan Tengah. SBY juga berhasil membuat perdamaian dengan GAM di Aceh tanpa melepaskan Aceh dari Indonesia.

Baca lebih lanjut

Pemberantasan Korupsi KPK

Salah satu prestasi SBY adalah di bidang pemberantasan Korupsi dengan membentuk KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Banyak pejabat seperti Gubernur, Bupati, dan pejabat yang korup diperiksa KPK karena dugaan korupsi.

Meski demikian, beberapa pihak mengkritik karena pemberantasan korupsi seperti tebang-pilih. Kasus korupsi yang diusut hanya yang melibatkan pejabat pemerintah dengan nilai kecil (rata-rata di bawah Rp 100 milyar). Ada pun kasus korupsi besar dengan nilai lebih dari Rp 1 trilyun rupiah dan melibatkan pengusaha besar seperti kasus KLBI/BLBI (total Rp 600 trilyun lebih) justru tidak diusut.

Baca lebih lanjut

Sutiyoso – Banjir Siklus 5 Tahunan?

Sutiyoso mengatakan bahwa banjir Jakarta adalah fenomena alam berupa siklus banjir 5 tahunan. Padahal banjir besar terjadi pada tahun 2007, 2002, dan 1996. Meski sebelumnya juga banjir, tapi tidak sebesar banjir di atas.

Haji Dudung, warga Bidaracina yang lahir tahun 1932 bercerita bahwa seumur hidupnya, sebelum banjir tahun 1996 banjir paling-paling hanya semata kaki.Banjir menjadi besar setelah pembangunan Pantai Indah Kapuk tahun 1984 yang seolah-olah seperti bendungan di pesisir pantai Jakarta serta penutupan pintu air Manggarai.

Baca lebih lanjut

Sutiyoso – Banjir, Jakarta di Bawah Permukaan Laut?

Berulangkali banjir melanda Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso berdalih itu karena 40% wilayah Jakarta berada di bawah permukaan laut. Artinya karena rendah, maka air laut masuk dan menggenangi wilayah tersebut.

Tapi dari Peta Banjir Jakarta yang dimuat di Tempo, hal itu tidak benar. Struktur tanah di Jakarta makin ke selatan (ke arah Bogor) permukaan tanah makin tinggi. Makin ke utara (ke arah laut) makin rendah. Buktinya dalam air kali Ciliwung mengalir ke laut (ke bawah). Harusnya wilayah Tanjung Priok yang berbatasan pantai yang terendam paling parah.

Baca lebih lanjut

Sutiyoso – Terbakarnya Pasar Tanah Abang dan Aldiron Plaza

Kebetulan atau tidak, pada era pemerintahan Gubernur Sutiyoso beberapa pasar besar yang akan direnovasi seperti Pasar Tanah Abang dan Aldiron Plaza terbakar. Kemudian ada pengembang baru yang merenovasi pasar dengan harga yang tinggi hingga rp 300 juta per meter atau 1 kios bisa mencapai Rp 1 milyar!

Milyaran rupiah kerugian yang diderita pedagang pasar karena barang dagangan dan kiosnya terbakar serta tidak dapat berdagang lagi. Padahal penjualan Pasar Tanah Abang bisa mencapai Rp 15 trilyun per tahun.

Kita berharap pemimpin kita bisa mencegah kebakaran yang menghanguskan seluruh pasar dan memiskinkan para pedagang.

Baca lebih lanjut

Exxon Kuasai 100% Hasil Gas Di Natuna

Di MetroTV Rabu 3 September 2007 saya lihat bahwa Exxon berkeras menguasai 100% hasil gas di Natuna dengan alasan biaya operasionalnya tinggi. Sedih melihat kekayaan alam Indonesia 100% hasilnya hanya dinikmati oleh asing. Perusahaan Exxon untung rp 360 trilyun per tahun, sementara mayoritas rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan.

Semoga presiden mendatang berjuang agar kekayaan alam Indonesia digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: