Laksamana Sukardi: Penjualan BUMN Indosat dan Telkomsel

Penjualan Indosat, Premium dengan Banyak Gratisan

Jakarta, 23 Desember 2002 00:26

Dari sedan yang juga berwarna perak itu muncul Amrin Husein Siregar dan Rahman Sulaiman. Dua anggota DPR dari Fraksi Reformasi ini kemudian bergabung dengan rekannya, Rosyid Hidayat, yang lebih dulu menuju ruang Pelayanan Masyarakat.

Tiga anggota DPR itu didampingi pengacara Ahmad Bay Lubis. Mereka melaporkan perkara serius. “Kami mengadukan Laksamana Sukardi karena telah melakukan kejahatan terhadap negara,” kata Rosyid. Bersama surat pengaduan, Rosyid menyerahkan setumpuk berkas kepada Komisaris Besar Bambang Sukardi, Kepala Unit Siaga Badan Reserse Kriminal.

Gugatan Rosyid itu atas nama Fraksi Reformasi DPR. Mereka menyoal penjualan 41,94% saham Indosat kepada Singapore Technologies Telemedia Limited (ST Telemedia). Perusahaan penyedia jasa multimedia asal “negeri singa” itu, 15 Desember lalu, dinyatakan menang dalam tender pembelian saham PT Indosat yang digelar Kantor Menteri BUMN. Kemenangan itu, menurut Rosyid cs, diperoleh ST Telemedia dengan cara tidak wajar.

“Prosesnya tidak transparan dan akuntabilitasnya kecil,” ujar Rosyid. Ia didukung 16 anggota DPR untuk menggugat kontrak jual-beli saham antara Menteri Negara BUMN dan ST Telemedia. Dalam dokumen jual-beli itu, pembeli saham Indosat adalah Indonesia Communications Limited, bukan ST Telemedia.

Hujan gugatan terhadap keputusan penjualan saham pemerintah di Indosat kepada ST Telemedia deras menerpa Laksamana. Transaksi bernilai Rp 5,62 trilyun itu disinyalir bakal menimbulkan keburukan pada banyak aspek. Anggota Komite Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Didik J. Rachbini, mengatakan bahwa penguasaan 41,94% saham Indosat oleh ST Telemedia itu berpotensi menimbulkan persaingan tak sehat dalam bisnis operator telepon seluler. “ST Telemedia masih berhubungan dengan Temasek, yang menguasai 35% saham PT Telkomsel,” katanya.

Temasek Holdings adalah induk berbagai perusahaan di Singapura, yang seluruh sahamnya dikuasai pemerintah jiran itu (lihat: Kota Laut Digenggam Dinasti). Sejak akhir 2001, lewat anak perusahaannya, Singapore Telecommunications Limited (SingTel), Temasek memburu saham PT Telkomsel. Pada pertengahan 2002, SingTel tercatat sebagai pemilik 35% saham Telkomsel.

Sehingga Temasek, yang memiliki 67,65% saham SingTel, secara tidak langsung menguasai 23,7% saham Telkomsel. Perusahaan operator telepon seluler (ponsel) dengan jumlah pelanggan terbesar di Indonesia itu menguasai 45% lebih pangsa pasar di dalam negeri. Masuknya ST Telemedia ke Indosat juga menjadi jalan masuk Temasek untuk memperluas cengkeramannya di jaringan jasa operator ponsel.

Dengan memiliki Indosat, ST Telemedia ikut mempunyai hak atas PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) dan PT Indosat Multi Media Mobile (IM3). Anak-anak perusahaan yang 100% sahamnya dimiliki Indosat itu masing-masing menguasi sekitar 25% dan 10% pangsa pasar operator ponsel di Indonesia. “Dengan demikian, Temasek memiliki posisi dominan dalam bisnis operator ponsel,” kata Didik.

Dengan mendominasi pasar, Temasek berpeluang menggunakan posisi dominannya untuk melakukan persaingan bisnis secara tidak sehat. “Pemerintah sudah melakukan kesalahan besar,” ujar Didik. Menurut dia, keputusan menjual Indosat ke ST Telemedia telah melanggar Undang-Undang Persaingan Usaha.

http://www.gatra.com/2002-12-23/versi_cetak.php?id=23424

Tuntut Pembatalan Penjualan Saham ke STT

Karyawan Indosat Mogok

Jakarta, Sinar Harapan

Sekitar 300 karyawan Indosat, Jumat (27/12) pagi ini menggelar aksi mogok menolak privatisasi PT Indosat. Aksi mogok ini serentak dilakukan di seluruh Indonesia, yakni di Divisi Regional Medan dan Surabaya.

Menurut Ketua Harian Serikat Pekerja PT Indosat Sukur M. Maldy, aksi mogok ini direncanakan akan berlangsung selama tiga hari, yakni pada Jumat ini, Senin dan Selasa pekan depan.

”Kami meminta pemerintah untuk membatalkan transaksi jual beli 41,94 persen saham Indosat ke Singapore Technologies Telemedia (STT),” ujar Sukur di tengah-tengah aksi mogok karyawan Indosat, di halaman Gedung Pusat Indosat, Jalan Medan Merdeka Selatan, di Jakarta, Jumat (27/12) pagi.

Di samping itu, lanjutnya, SP Indosat juga melaporkan Menneg BUMN, Laksamana Sukardi serta Direksi Indosat ke polisi. Bahrunsyah mengaku, SP Indosat memiliki bukti tertulis pelanggaran dan cacat hukum privatisasi atau proses divestasi saham Indosat. Salah satu sebab adalah pemenang divestasi disebutkan Singapore Technologies Telemedia (STT), namun Indonesia Corporation Ltd (ICL) yang menandatangani Perjanjian Jual-Beli (Sales and Purchase Agreement/SPA) dan Perjanjian Pemegang Saham (Shareholders Agreement) bersama Pemerintah Indonesia.

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0212/27/sh02.html

3 Tanggapan

  1. sebenarnya Temasek punya siapa? pemerintah Spore atau Pemerintah Malaysia (Berhad)

  2. Temasek adalah BUMN Singapura. 2 anak perusahaannya Singtel dan STT saat ini menguasai 2 BUMN Indonesia: Telkom dan Indosat.

  3. punya dep pertahanannya spore.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: