Laksamana Sukardi Tersangka VLCC

Laksamana Sukardi Tersangka VLCC

Jum’at, 02 November 2007 | 11:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kejaksaan Agung sudah menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi penjualan kapal tanker raksasa milik Pertamina, Very Large Crude Carrier (VLLC). Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Kemas Yahya Rahman mengatakan, ketiga tersangka itu antara lain adalah AHR (Alfred H Rohimone) bekas Direktur Keuangan Pertamina, AN (Arifi Nawawi) bekas Direktur Utama, dan LS (Laksamana Sukardi) bekas Komisaris Utama Pertamina.

http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2007/11/02/brk,20071102-110628,id.html

Penetapan Status Laksamana Sukardi Sesuai Rekomendasi Pansus DPR

Jakarta (ANTARA News) – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP, Gayus Lumbuun, di Jakarta, Jumat, mengungkapkan bahwa hasil penyidikan Kejaksaan Agung dengan menetapkan mantan Menneg BUMN, Laksamana Sukardi, sebagai tersangka dalam kasus VLCC merupakan penegakan hukum yang tepat sesuai rekomendasi Pansus DPR RI.

“Rekomendasi dari Panitia Khusus (Pansus) VLCC DPR RI itu disetujui dalam pendapat akhir oleh seluruh fraksi dan sidang paripurna dewan memutuskan untuk ditindaklanjuti oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung (Kejagung) juga Keputusan Mahkamah Agung (MA) secara perdata atas gugatan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU),” katanya.

http://www.antara.co.id/arc/2007/11/2/penetapan-status-laksamana-sukardi-sesuai-rekomendasi-pansus-dpr/

Laksamana Sukardi Diarak Ribuan Simpatisan PDP

Jakarta (ANTARA News) – Ribuan simpatisan Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) mengarak tersangka kasus penjualan tanker VLCC, Laksamana Sukardi, menuju Gedung Kejaksan Agung.

Laksamana Sukardi berada di tengah kerumunan massa itu. Mengenakan kemeja warna biru muda dengan dibalut jas warna hitam, Laksamana berjalan di tengah massa.

Massa yang diklaim Laksamana berjumlah 2.000 orang itu berjalan dari kantor PDP, di Jalan Sisingamangaraja, menuju Kejaksaan Agung, di Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan.

Kasus VLCC bermula pada 11 Juni 2004 ketika Direksi Pertamina bersama Komisaris Utama Pertamina menjual dua tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) milik Pertamina nomor Hull 1540 dan 1541 yang masih dalam proses pembuatan di Korea Selatan.

Penjualan kepada perusahaan asal Amerika Serikat, Frontline, itu dilakukan tanpa persetujuan Menteri Keuangan. Hal itu dinilai bertentangan dengan pasal 12 ayat (1) dan (2) Keputusan Menteri Keuangan Nomor 89 Tahun 1991.

Kasus itu diperkirakan merugikan keuangan negara sekira 20 juta dolar AS. Namun demikian, Kejaksaan Agung masih menunggu perhitungan resmi dari Badan Pemeriksa Keuangan. (*)

http://www.antara.co.id/arc/2007/11/8/laksamana-sukardi-diarak-ribuan-simpatisan-pdp

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: