Golkar Desak Pemerintah Naikkan BBM

Suradi

Sinar Harapan, Rabu, 31 Agustus 2005. Jakarta – Partai Golkar mendesak pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) guna mengatasi krisis, mengingat harga minyak dunia melambung.

Usulan mempercepat kenaikan BBM ini diungkapkan jajaran pimpinan partai berlambang pohon beringin itu kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (30/8) petang. Mereka adalah Ketua DPP Tadjudin Noer Said, Enggartiasto Lukito, Ketua Komisi VII DPR yang menangani energi Agusman Effendi, dan anggota DPR dari Golkar yang duduk di komisi anggaran DPR, Hafidz Zawawi, Suharsoyo, Darul Siska serta Syamsul Bahri.

Sebelumnya, Ketua umum DPP Golkar yang juga Wapres Jusuf Kalla mengusulkan kenaikan BBM ini awal tahun 2006 mendatang. Namun, mengingat perkembangan global pasar minyak yang tak terkendali dan kemampuan Indonesia untuk membeli atau mengimpor BBM akan membuat defisit sangat tinggi terhadap APBN, tidak ada jalan lain, kecuali menaikkannya segera.

“Bagi Golkar, ini usulan yang sangat tidak populis dan Golkar tidak akan mengambil keuntungan politis, malah sebaliknya partai ini akan menjadi tumbal bagi kebijakan pemerintah di masa kritis seperti saat ini,” kata Tadjudin sambil meyakinkan kembali pada wartawan, bahwa usulan ini merupakan kajian komprehensif dari berbagai sisi ekonomi dan moneter.

Namun ketika ditanya apakah tidak ada kebijakan lain berupa terobosan pemberantasan korupsi, peningkatan pajak dan efesiensi, hampir semua tokoh Golkar itu meyakini bahwa semua cara yang dilakukan itu, tidak mungkin menutup beban subsidi yang amat besar terhadap BBM.

“Setiap minggu kita membakar Rp 3 miliar hanya untuk subsidi BBM, berapa besar uang yang dibakar jika keadaan ini dibiarkan terus,”tambah Enggartiasto.

Para pimpinan Golkar ini mengabaikan dampak sosial kenaikan BBM yang diusulkannya mengingat kemampuan masyarakat yang rendah dan beban hidup yang makin berat. “Kita kesampingkan dulu soal sosial dan politik itu. Kita harus menyelamatkan ekonomi kita yang berada di ambang kebangkrutan,” kata Tadjudin.

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0508/31/nas01.html

Satu Tanggapan

  1. Kebijakan pemerintah semestinya kita terima dengan legowo, sebab kebijakan tersebut sudah barang tentu melalui perhitungan yang akurat agar bangsa ini lebih baik di masa mendatang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: