Wiranto: Saya Tidak Memfitnah Terkait Janji SBY Tak Akan Naikkan Harga BBM

Jakarta (ANTARA News) – Ketua Umum Partai Hanura Wiranto menegaskan bahwa dirinya tidak melempar fitnah terkait pernyataan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah berjanji tidak akan menaikkan harga BBM hingga 2009.

“Barang kali perlu dicek lagi, buka-buka catatan lagi, apakah betul-betul tidak pernah memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa BBM tidak akan dinaikkan lagi hingga 2009 nanti,” ujar Wiranto di Jakarta, Rabu malam.

Hal itu disampaikan Wiranto menanggapi pernyataan Mensesneg Hatta Rajasa yang menyebutkan bahwa Presiden Yudhoyono tidak pernah memberi janji demikian.

Tepati janji

Menurut Wiranto, pemerintah perlu mencek lagi semua pernyataannya yang pernah diucapkan kepada rakyat karena media juga banyak yang mengutip pernyataan tersebut.

“Saya yakin dan tidak mungkin memfitnah,” katanya dan menambahkan, “Kalau sudah janji kepada rakyat, tolong dong tepati. kepercayaan itu harus dipelihara”.

Pertimbangkan lagi karena akan menambah jumlah banyak rakyat miskin

Lebih lanjut Wiranto yang ditemui di sela-sela pembekalan fungsionaris Hanura menjelang verifikasi faktual KPU itu mengatakan bahwa dirinya hanya mengingatkan pemerintah untuk mempertimbangkan kembali rencana menaikkan harga BBM karena hal itu akan menambah banyak rakyat miskin.

Walaupun pemerintah juga berupaya pula memberikan bantuan langsung tunai (BLT), ia menambahkan, tapi fakta yang dijumpai di lapangan adalah program itu banyak menuai masalah.

“Jadi ini saran yang sehat dan bukan pendekatan politik. Kami selalu berangkat dengan pendekatan kerakyatan dan keadilan,” katanya.

http://www.antara.co.id/arc/2008/5/21/wiranto-saya-tidak-memfitnah-terkait-janji-sby-tak-akan-naikkan-harga-bbm/

Wiranto Mulai Perang Terbuka dengan SBY

Jakarta (SIB)

Rencana kenaikan harga BBM berdampak pada popularitas Presiden SBY. Itu menjadi peluru bagi lawan-lawan politik untuk melakukan ’serangan’. Dan salah satunya melalui iklan politik.

“Ini perang terbuka. Ini kondisi yang sangat mudah dimanfaatkan oleh kompetitor politik SBY. Saat ini tepat untuk menjatuhkan popularitas SBY dan menaikkan citra kompetitor,” kata pengamat politik dari Universitas Paramadina, Bima Arya Sugiarto, saat dihubungi detikcom mengenai iklan Wiranto, Rabu (21/5).

Akan tetapi, menurut Bima Arya, SBY tidak perlu panik ataupun defensif terhadap manuver lawan-lawan politiknya. SBY juga tidak perlu bertahan di balik komentar-komentar para menteri dan orang dekatnya.

“Harusnya SBY langsung saja melakukan debat publik, menjelaskan kepada masayarakat tentang pilihannya itu. Bukan hanya mengandalkan menteri atau juru bicara untuk ngomong,” tantang doktor ilmu politik lulusan Australian National University (ANU) ini.

Bima Arya justru menyayangkan sikap istana yang justru menyerang balik iklan Wiranto. Lewat Mensesneg Hatta Rajasa, SBY membantah telah berjanji tidak akan menaikkan harga BBM.

“Catatan saya, SBY memang pernah bicara tidak akan menaikkan harga BBM. Daripada debat di media, debat publik saja,” usul Bima Arya.

Dalam catatannya, SBY pernah berjanji tanggal 7 November 2007 usai pelantikan KSAL. Dia bilang, tidak ada opsi untuk itu (menaikkan harga BBM). Juga tanggal 5 Maret 2008. Pada waktu itu SBY lebih memilih penghematan energi daripada menaikkan harga BBM.

“Itu menunjukkan SBY kurang bisa memprediksi keadaan,” sesal Bima Arya.

Iklan Wiranto tersebut dibuat setengah halaman koran. Ada gambar Wiranto berpeci dan orang-orang yang mengantre minyak tanah. Di iklan mencolok itu, tertulis kalimat sebagai berikut:

‘Semoga SBY Tepat janji Tak Menaikkan Harga BBM. Karena penduduk miskin akan bertambah, karena keresahan sosial akan meluas, karena masih ada solusi lain. Kami mengimbau pemerintah pertimbangkan kembali rencana kenaikan harga BBM, apalagi SBY pernah berjanji tak menaikkan BBM kembali. Jika pemimpin berjanji, selayaknya janji itu ditepati.’

http://hariansib.com/2008/05/23/wiranto-mulai-perang-terbuka-dengan-sby/

SBY: Wiranto Menyesatkan

Rabu, 21 Mei 2008 | 15:22 WIB

Kompas, JAKARTA, RABU – Perseteruan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto berlanjut. Setelah perseteruan memuncak dan mereda soal jumlah angka kemiskinan di Indonesia, perseteruan baru muncul saat Wiranto menggugat janji Presiden Yudhoyono yang diingatnya tidak akan menaikkan harga BBM.

Wiranto di beberapa media massa mengiklankan diri dengan format berita berjudul “Wiranto Masih Berharap SBY Penuhi Janji soal BBM”. Dalam iklan itu, Wiranto berkata, “Sampai sekarang saya masih berharap SBY tidak ingkar janji. Dan saya akan terus mengingatkan dia agar memenuhi janjinya.”

Iklan itu sempat dilihat dan dibaca Presiden Yudhoyono. Menurut juru bicara kepresidenan, Andi Mallarangeng, Presiden telah mengecek semua rekaman pidatonya di semua tempat untuk mencari kapan dan di mana janji tidak menaikkan BBM itu diucapkan. “Setelah dicek di semua rekaman, tidak ada kata-kata Presiden ‘Saya berjanji tidak akan menaikkan harga BBM’. Iklan itu menyesatkan,” ujar Andi.

http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/21/15224535/sby.wiranto.menyesatkan

Satu Tanggapan

  1. MANA JANJI ANDA YG TELAH DI UCAPKAN
    SAYA PERLU BUKTI BUKAN UCAPAN
    JKL= JALAN KAKI LIMA
    JANGANCM DUDUK2 AJA DONK KER DONK YG OPTIMAL BUKTIKANLAH MERAHMU GUDANG GARAM KALIIIIIIIIII

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: