SBY – Alhamdulillah BBM 3 x Turun dan 3 x Naik!

Di iklan-iklan TV digambarkan masyarakat Indonesia sangat bersyukur karena BBM 3 x turun hingga BBM jadi murah. Ini tidak pernah terjadi dalam sejarah! Buat kampanye sih sah-sah saja hal yang positif dikemukakan. Tapi kalau cuma satu sisi saja, rasanya kurang baik. Nanti akhirnya SBY dan Partai Demokrat jadi cepat puas sehingga malas membuat perubahan yang lebih baik untuk rakyat.

BBM (Premium) memang turun dari Rp 6.000/liter jadi Rp 5.500, Rp 5.000, kemudian Rp 4.500/liter. BBM turun 3x. Tapi harap diingat pula, di zaman SBY pula BBM naik sampai 3 kali! Kalau turun besarnya hanya 10% atau kurang, ketika naik justru sampai 125%!

Silahkan baca di sini:

https://capresindonesia.wordpress.com/category/bbm/pendukung-kenaikan-harga-bbm

BBM ketika SBY baru berkuasa premium Rp 1.800/liter. Kemudian naik jadi Rp 2.400/liter. Lalu naik jadi Rp 4.500/liter. Kemudian jadi Rp 6.000/liter. Itu pun BBM dan gas sering langka dan masyarakat sering antri. Kalau pun harganya sekarang kembali jadi Rp 4.500/liter, tetap saja itu harga tertinggi karena zaman presiden sebelumnya harga premium tidak setinggi itu.

Selain itu dengan harga minyak dunia US$ 40/barrel (harga nymex.com saat ini hanya US$ 34/barrel) dan kurs rupiah= Rp 11.000/1 US$, harusnya dengan harga “PASAR” premium cukup Rp 3.800/liter (1 barrel=159 liter). Jadi harga premium saat ini masih di atas harga pasar.

Jika harga minyak ditetapkan sekedar di atas HPP (pemerintah untung ala kadarnya) di mana 1 juta bph diproduksi sendiri serta hanya 0,2 juta bph diimpor dari luar, maka dengan harga Rp 2.400/liter saja pemerintah sudah untung!

Oleh karena itu jika pemerintah SBY-JK benar2 peduli rakyat, turunkan BBM hingga Rp 3.000/liter. Meski ini tetap lebih tinggi dari harga Rp 1.800/liter ketika SBY baru berkuasa, namun ini akan meringankan rakyat.

Dengan anjloknya nilai rupiah dari Rp 9.000/1 US$ jadi Rp 11.500/1 US$ juga menunjukkan kemunduran.

Zaman Habibie rupiah=Rp 7.000/1 US$

Zaman Gus Dur dan Mega rupiah = Rp 8.000/1 US$

Zaman SBY rupiah = Rp 11.500/1 US$

Ini adalah satu kemunduran. Tak heran jika supir angkutan umum menolak turun dari Rp 2.500 ke Rp 2.000, karena harga makanan warteg sudah naik dan suku cadang kendaraan juga naik akibat anjloknya nilai rupiah.

Semoga ini bisa jadi bahan evaluasi bagi tim SBY. Jangan ABS (Asal Bapak Senang). Tapi lakukan yang terbaik bagi rakyat.

2 Tanggapan

  1. Sejarah pertama di Indonesia BBM Naik 3X….. !!!memang SBY tidak berhasil, cuma demokrat yang ngomoong berhasil. Kebijaksanaan SBY tdk ada yang signifikan bahkan mengalami kemunduran. sebenarnya tipe kepemimpinan ala SBY cocoknya pada saat indonesia baru merdeka ( 1945 – 1955 ). tp klo sekarang gaya kepemimpinan SBY udah tdk tepat. BLT adalah kebijaksanaan yang dibanggakan partai demokrat,… padahal BLT adalah sebuah kebijaksanaan yang paling rendah.

  2. klo SBY mau dikatakan berhasil seharusnya ketika harga minyak dunia naik, BBM jangan dinaikkan….tapi cari solusi lain. klo cm turun 3X trus terus jadi sejarah….berarti naik 3X jg jadi sejarah donk. klo kebijakan SBY tidak ada yang berarti bagi rakyat dan umum kok, artinya abang gw jg klo cuma habiskan uang kas negara untuk bagi2 ama rakyat gampang kok (BLT).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: