PAN Tolak Boediono Karena Neoliberalis?

KAMMI Tolak Boediono

Pemilihan Boediono sebagai Cawapres SBY mendapat tentangan dari PAN dan PKS. Selain karena kekecawaan Cawapres dari masing-masing partai tidak terpilih, ada alasan lain yang disampaikan kedua parpol tersebut. Sementara PKB tetap mendukung SBY. PAN bahkan mempertimbangkan untuk mengusung Prabowo yang berplatform Ekonomi Rakyat atau merapat ke JK-WIN.

Dari artikel media massa di bawah, pengurus PAN, Drajat Wibowo menganggap Boediono menganut paham ekonomi Neoliberal yang menyengsarakan rakyat Indonesia. Selain itu, biasanya pasangan Capres dan Cawapres itu dari kombinasi Nasionalis dan Islam. Namun pasangan SBY-Boediono keduanya adalah Nasionalis. Kemudian biasanya agar diterima seluruh rakyat Indonesia, pasangan Capres-Cawapres biasanya dari suku Jawa dan Non Jawa (Tribun Timur).

Saat penunjukkan Boediono sebagai Cawapres SBY, di TV dan media massaBoediono lainnya ada demo menolak Boediono dengan alasan dia adalah ekonom Neoliberalisme.

“Kami menolak Boediono karena dia adalah antek neoliberalisme,” kata Sodikin, Koordinator Lapangan Aksi Damai Tolak Boediono, saat ditemui di tengah aksi yang bertempat di depan Mobas. Lebih lanjut, ia menjelaskan, yang dimaksud dengan antek itu berarti berpihak pada IMF, ADB, World Bank, dan WTO (Kompas.com).

Neoliberalisme adalah Sistem Ekonomi dengan agenda Penjualan BUMN (Privatisasi), penghapusan subsidi pada barang, deregulasi, pasar bebas, penyerahan kekayaan alam kepada pihak swasta/asing, dan bertumpu pada pinjaman hutang luar negeri.

Di bawah adalah berbagai artikel tentang Boediono. Ada yang menyebutnya sebagai ekonom bertangan dingin karena bisa menjaga rupiah di tingkat Rp 9.000/1 US$. Namun saya lihat itu bukan prestasi mengingat zaman Habibie 1 US$ hanya Rp 7.000 sementara zaman Boediono (sekarang) jadi Rp 10.300 setelah sebelumnya menukik sampai Rp 12.000.

“Prestasi” lain pun seperti hutang dari IMF lunas jadi tidak berarti mengingat hutang luar negeri Indonesia bertambah dari Rp 1.200 trilyun pada tahun 2004 menjadi Rp 1.600 trilyun di tahun 2009. Meski hutang di IMF “hilang”, Indonesia termasuk penghutang terbesar di Bank Dunia dan ADB serta agenda IMF terus berjalan.

Boediono

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dr. Boediono (lahir di Blitar, Jawa Timur, 25 Februari 1943; umur 66 tahun) adalah Gubernur Bank Indonesia sekarang ini. Sebelumnya Boediono menjabat Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu. Boediono juga pernah menjabat Menteri Keuangan Indonesia dalam Kabinet Gotong Royong (2001–2004). Sebelumnya pada Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999), Boediono adalah Menteri Negara Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Bank Indonesia pada masa pemerintahan Soeharto. Saat ini ia mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.

Ia memperoleh gelar S1 (Bachelor of Economics (Hons.)) dari [Universitas Western Australia] pada tahun 1967. Lima tahun kemudian, gelar Master of Economics diperoleh dari Universitas Monash. Kemudian pada tahun 1979, ia mendapatkan gelar S3 (Ph.D) dalam bidang ekonomi dari Wharton School, Universitas Pennsylvania.

Sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Gotong Royong, ia berhasil memperbaiki keuangan pemerintah dengan sangat baik sehingga mampu membawa Indonesia lepas dari bantuan Dana Moneter Internasional. Oleh BusinessWeek, ia dipandang sebagai salah seorang menteri yang paling berprestasi dalam kabinet tersebut. Ketika Susilo Bambang Yudhoyono terpilih sebagai presiden, banyak orang yang mengira bahwa Boediono akan dipertahankan dalam jabatannya, namun posisinya ternyata ditempati Jusuf Anwar. Menurut laporan, Boediono sebenarnya telah diminta oleh Presiden Yudhoyono untuk bertahan, namun ia sendiri hendak beristirahat dan kembali mengajar. Saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan perombakan (reshuffle) kabinet pada 5 Desember 2005, Boediono diangkat menggantikan Aburizal Bakrie menjadi Menteri Koordinator bidang Perekonomian. Indikasi Boediono akan menggantikan Aburizal Bakrie direspon positif oleh pasar sejak hari sebelumnya dengan menguatnya IHSG serta mata uang rupiah.

Pada tanggal 9 April 2008, DPR mengesahkan Boediono sebagai Gubernur Bank Indonesia, menggantikan Burhanuddin Abdullah.

Belakangan namanya santer disebut sebagai cawapres Susilo Bambang Yudhoyono.

Boediono beristrikan Herawati dan memiliki dua anak, Ratriana Ekarini dan Dios Kurniawan.

Boediono didampingi istrinya Herawati berbincang dengan Menteri Pendidikan Nasional Prof Dr Bambang Sudibyo sesaat setelah menyampaikan pidato pengukuhan Guru Besar Fakultas Ekonomi UGM

Catatan-catatan penting saat beliau menjabat :

1. Ekonom Kwik Kian Gie pernah menilai, prestasi Boediono hingga kini tetap diragukan karena dia tak mampu mengatasi kasus BLBI. Resep ekonomi yang disodorkan Boediono untuk mengatasi krisis moneter Indonesia 1997-1998 pun dianggap keliru, karena hanya mengandalkan buku diktat ekonomi dan resep IMF-Bank Dunia. “Adalah Megawati semasa menjabat sebagai presiden, yang menemukan dan menarik Boediono dalam kabinet sebagai Menkeu, Dan ia (Boediono) memang patuh melayani IMF,” kata Kwik dalam sebuah diskusi.

2. Para analis ekonomi-politik seperti Hendri Saparini melihat Boediono, yang kini menjabat gubernur BI sudah lama dibina oleh IMF, ADB, dan Bank Dunia, melalui jaringan Mafia Berkeley untuk menjadikan Indonesia sebagai negara neolibreal-kapitalis. Akibatnya, utang negara yang kaya raya ini bertambah Rp 400 triliun dalam periode 2004-2009.

3. Pada waktu menjabat sebagai Menteri Keuangan saat pemerintahan Megawati Soekarnoputri, dia menyatakan bahwa pada dasarnya subsidi bagi rakyat harus dihapus. Dan ketika para petani tebu meminta proteksi, Boediono dengan enteng menyatakan, ”Kalau petani tebu merasa bahwa menanam tebu kurang menguntungkan, tanamlah komoditas lain yang lebih menguntungkan.” yang sangat jauh dari semangat kemandirian ekonomi.

Karya

* Mubyarto, Boediono, Ace Partadiredja, Ekonomi Pancasila, Penerbit Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjahmada (1981)

* Boediono, Indonesia menghadapi ekonomi global, Penerbit BPFE (2001)

http://id.wikipedia.org/wiki/Boediono

Prof. Dr. Boediono

Ekonom Bertangan Dingin

Calon Wakil Presiden (Cawapres) pendamping SBY, Capres Partai Demokrat, ini seorang ekonom profesional bertangan dingin. Tangan dingin Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada dan Doktor Ekonomi Bisnis lulusan Wharton School University of Pennsylvania, AS 1979, ini terbukti selama menjabat Menteri Keuangan pada pemerintahan Megawati, Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu (resuffle Senin (5/12/2005), maupun sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Selama menjabat Menkeu Kabinet Gotong-Royong, suami dari Herawati dan ayah dua anak (Ratriana Ekarini dan Dios Kurniawan), ini berhasil membenahi bidang fiskal, masalah kurs, suku bunga dan pertumbuhan ekonomi.

Bersama dalam The Dream Team dan Bank Indonesia, Master of Economics, Monash University, Melbourne, Australia (1972), itu berhasil menstabilkan kurs rupiah pada kisaran Rp 9000-an per dolar AS. Begitu pula dengan suku bunga berada dalam posisi yang cukup baik merangsang kegiatan bisnis, sehingga pertumbuhan ekonomi menaik secara signifikan. Pria berpenampilan kalem dan santun serta terukur berbicara itu juga dinilai mampu membuat situasi ekonomi yang saat itu masih kacau menjadi dingin.

http://tokohindonesia.com/ensiklopedi/b/boediono/biografi/index.shtml

Amien Rais Kecewa SBY Tunjuk Boediono

Liputan 6 – Kamis, Mei 14

Liputan6.com, Jakarta: Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais kecewa dengan rencana penunjukan Gubernur Bank Indonesia Boediono sebagai calon wakil presiden pendamping Susilo Bambang Yudhoyono. Pernyataan itu disampaikan Amien usai menggelar pertemuan dengan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN DKI Jakarta, Rabu (13/5).

Menyikapi rencana penujukan Boediono, para pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tadi malam juga menggelar rapat internal di Jakarta. Kendati nama Boediono belum diumumkan secara resmi, PKS menilai pilihan SBY tak sesuai dengan masukan partai yang menghendaki kombinasi capres-cawapres dari kalangan nasionalis-religius.

http://id.news.yahoo.com/lptn/20090514/tpl-amien-rais-kecewa-sby-tunjuk-boedion-e5c0aa3.html

PAN: Boediono Pentolan Neoliberalisme

DPW Sulsel Pastikan PAN Tinggalkan Demokrat

Kamis, 14 Mei 2009 | 01:56 WITA

Makassar, Tribun – DPP PAN dipastikan membatalkan rencana koalisi dengan Partai Demokrat. Partai berlambang matahari terbit ini sedang menjajaki kemungkinan mengusung Prabowo Subianto atau bergabung ke Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win).

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPW PAN Sulsel Buhari Kahhar Mudzakkar usai bertemu dengan Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi, Ketua Bappilu PAN Sulsel Doddy Amiruddin, dan sejumlah pengurus harian lainnya di kediaman Kahfi, Rabu (13/5). Usai pertemuan, Buhari ditunjuk sebagai juru bicara.

“Jadi kita sudah sepakat bahwa PAN Sulsel akan meminta DPP mengusung Prabowo Subianto. Berdasarkan informasi yang kami terima dari Jakarta, PAN sudah dipastikan batal berkoalisi dengan Partai Demokrat mengusung SBY (Susilo Bambang Yudhoyon),” ujar Buhari.

Anggota Fraksi PAN di DPR RI Drajat Wibowo menilai Boediono merupakan pilihan blunder politik yang fatal bagi SBY.

“Pilihan itu akan memperkeras dikotomis antara nasional dan islamis, yang selama ini hampir menghilang. SBY nasionalis sehingga, idealnya, cawapresnya berasal dari Islamis. Boediono yang menganut paham ekonomi neoliberal juga tidak mewakili kelompok masyarakat luar Jawa,” ujar Drajat.

Soal neoliberalisme yang disematkan kepada Boediono juga diakui Wakil Ketua DPP Partai  Demokrat Ahmad Mubarok. Namun, dia menilai posisi Boediono sebagai tokoh neoliberalisme ini bukan menjadi ancaman.

“Karakter Boediono sebagai neoiberalisme bukan menjadi ancaman. Kalau Boediono menjadi ancaman untuk neoliberal karena karakter Boediono menurut saya tidak menjadi ancaman sama sekali,” ujar Mubarok seperti dikutip kompas.com.

http://www.tribun-timur.com/read/artikel/27920

Tolak Boediono karena Antek Pasar Bebas

Rabu, 13 Mei 2009 | 15:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Siapa pun yang dipilih SBY untuk menjadi wakil presidennya akan menimbulkan resistensi. Memang benar, ketika Boediono ditetapkan sebagai wapres untuk SBY, hari ini (Rabu, 13/5) Komite Muda Indonesia (KMI) menggelar aksi damai menolak Boediono.

“Kami menolak Boediono karena dia adalah antek neoliberalisme,” kata Sodikin, Koordinator Lapangan Aksi Damai Tolak Boediono, saat ditemui di tengah aksi yang bertempat di depan Monumen Nasional di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta. Lebih lanjut, ia menjelaskan, yang dimaksud dengan antek itu berarti berpihak pada IMF, ADB, World Bank, dan WTO.

Keberatan tersebut karena KMI melihat jika Boediono menjadi wapres maka Indonesia akan terpuruk. “Sistem perekonomian kita akan semakin ke pasar bebas. Perekonomian kita akan mengedepankan swasta, sehingga akan semakin banyak aset negara yang dijual,” jelas Sodikin yang juga mahasiswa Universitas Islam Indonesia.

http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/05/13/15404846/tolak.boediono.karena.antek.pasar.bebas.

Demo Tolak Boediono Berlanjut

Ari Saputra – detikPemilu

Jakarta – Demo menolak Gubernur BI Boediono menjadi cawapres berlanjut. Ratusan orang yang tergabung dalam Komando Rakyat Anti Neolib mendatangi Istana Negara. Mereka meminta Boediono dibatalkan jadi wakil presiden 2009-2014.

“Dia antek asing dan pendukung neoliberal,” kata Chaerudin, koordinator aksi, Kamis (14/5/2009).

Massa memberikan alasan sosok Boediono tak layak memimpin bangsa. Ia dikenal sebagai motor privatisasi perusahaan nasional dan ikut bertanggung jawab menaikkan harga BBM.

http://pemilu.detiknews.com/read/2009/05/14/124113/1131355/700/demo-tolak-boediono-berlanjut

KAMMI Tolak Boediono

Fotografer – Shohib Masykur

Sekitar 30 orang dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) berdemo di Gedung KPU, Jakarta. Mereka menolak Boediono sebagai Cawapres SBY. Boediono dituding sebagai antek asing.

http://pemilu.detiknews.com/readfoto/2009/05/12/142356/1130156/708/1/kammi-tolak-boediono

CapresIndonesia – Informasi penting sekitar Capres di Indonesia

https://capresindonesia.wordpress.com

15 Tanggapan

  1. Pengamat ekonomi dari Universitas Jambi Emilia Hamzah SE, ME, mengatakan, jika SBY benar-benar menarik Boediono sebagai calon wakil presiden, pasangan itu akan mampu menekan pemborosan anggaran dan memulihkan serta memperbaiki ekonomi bangsa Indonesia.

    “Boediono adalah negosiator ulung dalam keuangan dan cukup dikenal di dunia ekonomi, yang diyakini mampu menekan pemborosan anggaran dan meningkatkan ekonomi bangsa,” kata Emilia Hamzah di Jambi, Rabu.

    Permasalahan besar yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini menyangkut masalah ekonomi dan kemiskinan, dengan dipilihnya Budiono sebagai Cawapres akan memperkuat tim ekonomi yang sudah ada.

    Boediono yang lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM) yang dikenal banyak melahirkan konsep-konsep ekonomi kerakyatan, jelas nanti seandainya menang dalam Pemilu Presiden akan berpihak pada masyarakat kecil.

    Dalam pengalaman, Boediono juga sangat matang karena sudah pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan, Kepala Bappenas dan Gubernur Bank Indonesia.

    Secara pribadi Boediono dikenal sangat efisien, sehingga diyakini di bawah kepemimpinannya mampu menekan pemborosan anggaran negara yang kini masih sangat tinggi.

    Selain itu, yang tidak kalah penting karena berasal dari non Parpol, akan membawa dampak positif lebih besar pada peningkatan perekonomian, karena dalam menjalankan tugasnya nanti akan terhindar dari konflik politik.

    “Untuk memajukan perekonomian harus terhindar dari politik, di bawah pimpinan Budiono yang mengomandoi bidang ekonomi, diyakini perekonomian Indonesia ke depan akan lebih maju,” kata Emilia Hamzah.(*)

  2. Lantas kalau bukan Boediono, apakah calon yang diajukan partai tsb sudah lebih baik?? Apa buktinya? Mari kita beradu prestasi, bukan saling hembus kekurangan.

    Dan kenapa negara yang mengusung keragaman budaya sebagai kekayaan ini kembali menjadi bangsa yang chauvinis? Buat saya bukan lagi saatnya kita melihat seseorang dari sukunya.

    Kini jg bukan lagi saatnya agama dijadikan kedok untuk mengusung kepentingan ttt, karena pada dasarnya di dalam setiap agama terkandung nilai2 kebaikan yang sudah seharusnya melekat pada semua individu yang tidak perlu digembar-gemborkan menjadi suatu dalih.

    Lagipula ini kan baru pencalonan, kalau memang tidak suka, tidak usah memilih dia.

  3. Katanya negara kita demokrasi yang menjamin hak setiap warganya turut peran serta dalam politik di Indonesia. Tapi kenapa Pak Boediono di tolak dan dianggap tidak bisa bermain di dunia politik negara kita(wasekjen PKS pernah bilang dia bukan orang politik bla…bla…).

    Apakah akan ada jaminan politik kerakyatan yg diusung capres lain akan sukses?

    Setiap pilpres selalu bilang asas eko kerakyatan,tp nyatanya rakyat yg gitu2 aja. Kerjaan ga punya, buat makan susah. KENAPA?

    Karena mereka pikir bagaimana menyejahterakan rakyat kecil. Tok hanya itu. Mereka ga mikir yang bisa menyejahterakan itu apa. Yah tentu saja pekerjaan. Apakah pemerintah sanggup menjadikan 220 jt warganya sebagai PNS. Tentu tidak maka mereka butuh investor dan pengusaha2 untuk membuka lapangan kerja.

    Saat ini sudah tidak murni Liberal ambil contoh Amerika Serikat, begitu ada kasus subprime mortgage pemerintah langsung mengambil alih dan memberi batas2an. So, kenapa takut dengan paham Boediono kalo itu bisa memberik makan rakyat miskin (tentunya dengan merka berkerja )

  4. Coba kita teliti. Apa “prestasi Boediono”?
    Kita lihat kondisi ketika SBY baru berkuasa dengan sekarang.
    – Rupiah anjlok dari Rp 8000/1 US$ jadi rp 11.000
    – Hutang LN meningkat dari Rp 1.200 trilyun jadi rp 1.600 trilyun
    – Harga BBM naik dari Rp 1800/liter jadi Rp 4.500/lter
    – Banyak PHK di mana2. Di AS saja banyak perusahaan bangkrut apalagi di sini.

    Itukah prestasi yang membuat Boediono pantas jadi Cawapres?

    Saya yakin banyak orang yang bisa berbuat lebih baik dari itu. Contohnya Menteri Pertanian Anton Apriantono bisa berbuat lebih baik dengan membuat Indonesia jadi swasembada beras.

    Pemerintah menjadikan 220 juta warga sebagai PNS? Jika itu pikiran Boediono atau pendukungnya, rakyat Indonesia tidak akan makmur.

    Pemerintah tidak perlu menjadikan seluruh warga jadi PNS. Tapi seperti Soekarno dan Soeharto dulu, pemerintah bisa membuat berbagai BUMN yang produktif, memenuhi kebutuhan rakyat sehingga jutaan rakyat bisa bekerja. Contohnya pemerintah dulu membuat BUMN Pertamina, Indosat, Telkom, PLN, PAM, BNI, BRI, dsb.

    Nah Boediono punya tidak pikiran ke situ? Apa cuma bisa menjual BUMN yang ada?

    Proyek Transmigrasi yang memberi lahan pertanian bagi jutaan petani juga sekarang nyaris tidak ada.

    Memang popularitas SBY lebih besar dibanding JK, Mega, dan Prabowo. Ada yang menulis seandainya “Sendal” dijadikan Cawapres SBY, tetap saja SBY menang. Tapi hendaknya popularitas/kharisma itu dipakai untuk mensejahterakan rakyat.

    Kita lihat bagaimana pemimpin seperti Fir’aun, Hitler, Soeharto, dsb akhirnya jatuh secara hina karena akhirnya kurang peduli pada rakyat. Padahal zaman Soeharto, perolehan suara Golkar selalu di atas 70%. 3 kali lipat lebih dari perolehan PD sekarang.

    Jadi jangan sombong jika saat ini menang dan berkuasa.

    • saya sepakat dengan pernyaataan anda untuk membuat BUMN lebih produktif dan memenuhi kebutuhan rakyat. hal ini memerlukan komitmen seluruh jajaran di pemerintahan dan setiap pihak yang terkait di dalamnya. efisiensi di BUMN juga bisa ditingkatkan dengan memangkas biaya birokrasi yang tidak murah. namun mohon dikaji kembali lebih lanjut pendapat anda yang mengatakan bahwa: rupiah anjlok ke 11 ribu, BBM naik menjadi 4.500, dan hutang LN meningkat merupakan prestasi buruk pemerintah saat itu. anda seharusnya berpandangan lebih luas dan melihat bahwa faktor yang mempengaruhi perekonomian indonesia sebagian besar dipengaruhi oleh pergerakan ekonomi global dan regional. anda juga semestinya mempelajari komposisi investor yang ada diindonesia dan perilakunya, sehingga anda bisa memahami mana yang menjadi kendali pemerintah saat itu dan mana yang tidak.

      • AS dinyatakan menuju kebangkrutan:
        ==
        CNSNews.com – U.S. Headed Toward Bankruptcy, Says Top Budget …
        The ranking Republican on the House Budget Committee said the US government is headed toward bankruptcy if it stays on its current fiscal course.
        http://www.cnsnews.com/Public/Content/article.aspx?RsrcID=33574
        ==
        US ‘could be going bankrupt’ – Telegraph
        14 Jul 2006 … The United States is heading for bankruptcy, according to an extraordinary paper published by one of the key members of the country’s …
        http://www.telegraph.co.uk/finance/2943328/US-could-be-going-bankrupt.html
        ==

        Nah kalau AS saja dinyatakan menuju kebangkrutan, bagaimana dengan Indonesia yang nilai Rupiahnya justru makin kalah terhadap Dolar AS?

        Iya kita butuh ekonom. Tapi yang dibutuhkan adalah Ekonom yang bisa mensejahterakan rakyat Indonesia. Bukan ekonom yang menghancurkan perekonomian Indonesia sehingga lebih parah dari AS yang nyaris bangkrut.

        Lihat negara2 seperti Singapura, Malaysia, dan Arab yang relatif tidak terlalu terpukul oleh krisis global.

        Lebih baik memperbaiki diri dan mencari orang2 yang terbaik ketimbang terpaku pada orang2 yang nyata2 telah gagal dan mencari apologi.

  5. buat saya jika emang tujuannya seperti itu kenapa tidak duduk di menteri aja….

    http://bungaliani.wordpress.com/2009/05/15/capres-cawapres-pilihan-rakyat-atau-golongan-atau-permintaan-asing/

  6. Siapapun Boediono mudah2an di 5 thn kedepan Bangsa ini terlepas dari kemiskinan,Berantas Korupsi,gantung Para Pelaku Koruptor .!!!Pak SBY maju terus jangan dengar setan2 diluar komentar

  7. melhat gambar di atas , kaum wanita membawa poster untuk menolak budiono , saya merasa miris .
    saya yakin mereka di jejali dengan impormasi yang membingung kan , saya sebagai wanita juga merasa di peralat , mereka dengan mudah memperalat kaum kami , karena mereka tau kelemahan wanita , kita berbermain dengan emosi , logika biasa nya datang belakangan atau harus di jelas kan sejelas2 nya .
    bukan berarti kaum wanita tidak mau perubahan dengan negri ini , wow…. mau sekali…. !
    saya mohon pada para profokator….. jangan lah menggunakan kita untuk kepentingan pribadi .
    alangkah mulia nya anda membiar kan kaum kami untuk melakukan yang terbaik untuk turut mambangun negri ini dengan cara kami .

  8. Kl sy sih lht sisi positifnya aja,sy trksan Boediono yg tak bnyk bcr bgtu pidato smlm saat deklarasi sngt mnggugah,dia mnanggpi kontroversinya dgn sngt bijaksana bliau brkta’itu menunjkn demokrsi yg hdup’,sy jg optimis pd wjh akademis dan kjjurnya dlm bkrj.sdikt bcra bnyk bkrja.maju trus SBY BERBUDI. hlangkn prasngka bruk pd org lain.kt doakan smuanya brjln baik untk ksjhtraan Indonesia.

  9. Bravo Pak Boedi !!!
    Tetap semangat…..
    Yakinlah, Tuhan meridhoi jalan Bapak.
    Selamat Berjuang bersama SBY!
    Jangan Kecewakan Rakyat.

  10. […] di Profil Susilo Bambang Yud… rojonongko di Profil Hidayat Nur Wahid rojonongko di PAN Tolak Boediono Karena… Yana Sufiana (GPM) di Profil Megawati Sofyan,S.Pd di PAN Tolak Boediono […]

  11. papun alasan yang diberikan itu merupakan tantangan yang harus di lalui karna untuk menjadi tinggi harus memanjat dari bawah . terus semangatttttttt yach . jayalah indonesiaku bersama bapak SBY dan bapak boediono.

  12. jika ingin protes soal capres cawapres jangan demo ke DPR saja, kalau memang DPR tidak mengelolah aspirasi rakyat ini yang menjadi kacau. setiap individu itu memiliki jiwa wirausaha dan kembangkan jangan pemerintah memberi makan terus. mandiri pada pribadi masing-masing itu penting bung. orang yang gak sekolah bisa kreatif dan menghasilkan uang dan makan gak susah. kenapa anda-anda ini yang bisa baca tulis terlalu mempersoalkan capres dan cawapres.

    nanti kalau mau pilih persiden dan wakilnya, cari yang taat dan disiplin dalam hidupnya. Yang gak cocok jadi presiden kita ini yang berkomentar ok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: