Kabinet Indonesia Bersatu II

KIB2Akhirnya Kabinet Indonesia Bersatu II dilantik oleh SBY. Saat pelantikan terjadi beberapa kontroversi seperti tudingan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari terang-terangan mengungkapkan perilaku Endang Rahayu Sedyaningsih. Siti meragukan nasionalisme Endang karena pernah secara diam-diam membawa virus H5N1 ke luar negeri. Padahal Indonesia sudah memperjuangkan soal virus sharing dan disetujui dalam sidang WHO.

Akibat perilakunya itu, Siti kemudian memutasi Endang dan menurunkan jabatannya menjadi peneliti biasa. Soal ini Endang membantahnya.

Selain itu juga terjadi kontroversi kenaikan gaji menteri di masyarakat.

Kabinet Indonesia Bersatu II (Inggris: Second United Indonesia Cabinet) adalah kabinet pemerintahan Indonesia pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono. Susunan kabinet ini berasal dari usulan partai politik pengusul pasangan SBY-Boediono pada Pilpres 2009 yang mendapatkan kursi di DPR (Partai Demokrat, PKS, PAN, PPP, dan PKB) ditambah Partai Golkar yang bergabung setelahnya[1], tim sukses pasangan SBY-Boediono pada Pilpres 2009, serta kalangan profesional.

Susunan

Berikut adalah susunan Kabinet Indonesia Bersatu II yang diumumkan oleh Presiden SBY pada 21 Oktober 2009 dan dilantik sehari setelahnya.[2][3][4][5]

Menteri koordinator

No. Kementerian Jabatan Pejabat Latar belakang
1 Kemenko POLHUKAM.jpg
Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko soeyanto.jpg
Djoko Suyanto
Militer, mantan Panglima TNI, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono
2 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa.jpg
Hatta Rajasa
Sipil, Mensesneg, Ketua Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono, diusulkan oleh PAN
3 Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung laksono.jpg
Agung Laksono
Sipil, mantan Ketua DPR, diusulkan oleh Golkar
4 Menteri Sekretaris Negara Kabinet-sudi-s.jpg
Sudi Silalahi
Militer, Seskab, Tim Sukses SBY-Boediono

Menteri departemen

No. Kementerian Jabatan Pejabat Latar belakang
5 Logo Depdagri.gif
Departemen Dalam Negeri
Menteri Dalam Negeri Gamawan fauzi.jpg
Gamawan Fauzi
Sipil, Gubernur Sumatera Barat, Tim Sukses SBY-Boediono
6 Logo Deplu RI.png
Departemen Luar Negeri
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.png
Marty Natalegawa
Sipil, Duta Besar untuk PBB
7 DEPHAN.jpg
Departemen Pertahanan
Menteri Pertahanan Kabinet purnomo.jpg
Purnomo Yusgiantoro
Sipil, Menteri ESDM, mantan Wakil Gubernur Lemhannas
8 Dept.Hukum-HAM.svg
Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar.jpg
Patrialis Akbar
Sipil, mantan anggota DPR, diusulkan oleh PAN
9 Logo Depkeu.jpg
Departemen Keuangan
Menteri Keuangan Kabinet srimulyani.jpg
Sri Mulyani Indrawati
Sipil, Menkeu
10 Logo depenergi.gif
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh.jpg
Darwin Zahedy Saleh
Sipil, diusulkan oleh Partai Demokrat
11 Depperin.gif
Departemen Perindustrian
Menteri Perindustrian Ms hidayat.jpg
M. S. Hidayat
Sipil, Ketua Kadin, diusulkan oleh Golkar
12 Logo depdag.jpg
Departemen Perdagangan
Menteri Perdagangan Mari Pangestu at the World Economic Forum on East Asia 2008.jpg
Mari Elka Pangestu
Sipil, Mendag
13 Dept.Pertanian-SK 206-1978.svg
Departemen Pertanian
Menteri Pertanian Suswono.jpg
Suswono
Sipil, anggota DPR, diusulkan oleh PKS
14 Dept.Kehutanan.svg
Departemen Kehutanan
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan.jpg
Zulkifli Hasan
Sipil, anggota DPR, diusulkan oleh PAN
15 Dept.Perhubungan.svg
Departemen Perhubungan
Menteri Perhubungan Freddy Numberi.jpg
Freddy Numberi
Militer, Menteri KP, diusulkan oleh Partai Demokrat
16 Logo DKP.jpg
Departemen Kelautan dan Perikanan
Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel-muhammad.jpg
Fadel Muhammad
Sipil, Gubernur Gorontalo, diusulkan oleh Golkar
17 Logo nakertrans.jpg
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin iskandar.jpg
Muhaimin Iskandar
Sipil, anggota DPR, diusulkan oleh PKB
18 Dept.PU.svg
Departemen Pekerjaan Umum
Menteri Pekerjaan Umum Kabinet djoko.jpg
Djoko Kirmanto
Sipil, Menteri PU
19 Bakti Husada.svg
Departemen Kesehatan
Menteri Kesehatan Sedyaningsih.jpg
Endang Rahayu Sedyaningsih
Sipil, mantan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi
20 Tut Wuri Handayani.svg
Departemen Pendidikan Nasional
Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh.jpg
Mohammad Nuh
Sipil, Menkominfo
21 Dept.Sosial.svg
Departemen Sosial
Menteri Sosial Salim-segaf.JPG
Salim Assegaf Al Jufri
Sipil, Duta Besar untuk Arab Saudi, diusulkan oleh PKS
22 Logo depag.jpg
Departemen Agama
Menteri Agama Kabinet suryadarma.jpg
Suryadharma Ali
Sipil, anggota DPR, diusulkan oleh PPP
23 Logo budpar.jpg
Departemen Kebudayaan dan Pariwisata
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Kabinet jero w.jpg
Jero Wacik
Sipil, anggota DPR, diusulkan oleh Partai Demokrat
24 Logo depkominfo.jpg
Departemen Komunikasi dan Informatika
Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul sembiring.jpg
Tifatul Sembiring
Sipil, anggota DPR, diusulkan oleh PKS

[sunting] Menteri negara

No. Kementerian Jabatan Pejabat Latar belakang
25 Logo Kemenristek.jpg
Kementerian Negara Riset dan Teknologi
Menteri Negara Riset dan Teknologi Suharna.jpg
Suharna Surapranata
Sipil, anggota DPR, diusulkan oleh PKS
26 Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Syarief hasan.jpg
Syarief Hasan
Sipil, anggota DPR, diusulkan oleh Partai Demokrat
27 Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti muhammad hatta.jpg
Gusti Muhammad Hatta
Sipil, Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat
28 Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda agum gumelar.jpg
Linda Amalia Sari
Sipil, Ketua Kowani
29 Logo MenegPAN.JPG
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan.jpg
Evert Ernest Mangindaan
Militer, mantan Gubernur Sulawesi Utara, anggota DPR, diusulkan oleh Partai Demokrat
30 Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faisal Zaini.jpg
Helmy Faishal Zaini
Sipil, anggota DPR, diusulkan oleh PKB
31 Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Armida alisjahbana.jpg
Armida Alisjahbana
Sipil, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran
32 Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Mustafa abubakar.jpg
Mustafa Abubakar
Sipil, Direktur Utama Perum Bulog
33 Menteri Negara Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa.jpg
Suharso Monoarfa
Sipil, anggota DPR, diusulkan oleh PPP
34 Logo Menegpora.JPG
Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga
Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi-km0.jpg
Andi Mallarangeng
Sipil, Juru Bicara Kepresidenan, diusulkan oleh Partai Demokrat

Pejabat setingkat menteri

Lembaga Jabatan Pejabat Latar belakang
Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Kuntoro mangkusubroto.jpg
Kuntoro Mangkusubroto[6]
Sipil, mantan Kepala BRR Aceh-Nias
BIN.jpg
Badan Intelijen Negara
Kepala Badan Intelijen Negara Sutanto.jpg
Sutanto[7]
Polisi, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), mantan Kepala Polri, Tim Sukses SBY-Boediono
BKPM.jpg
Badan Koordinasi Penanaman Modal
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan02.JPG
Gita Wirjawan
Sipil, Komisaris PT Pertamina (Persero)

http://id.wikipedia.org/wiki/Kabinet_Indonesia_Bersatu_II

Video Pengumuman Kabinet Indonesia Bersatu II oleh SBY:
http://www.youtube.com/watch?v=uVd3Av6UX-U

Inilah Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II
DHONI SETIAWAN
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Boediono mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Bersatu II di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (21/10).

Rabu, 21 Oktober 2009 | 22:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya mengumumkan susunan menteri Kabinet Indonesia Bersatu II di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10) pukul 22.00. Berikut ini daftar menteri dan pejabat negara dalam kabinet baru yang akan menjabat pada periode tahun 2009-2014.

1. Menko Politik, Hukum, dan Keamanan: Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa
3. Menko Kesra: Agung Laksono
4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
5. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
6. Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa
7. Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
8. Menteri Hukum dan HAM: Patrialis Akbar
9. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Darwin Zahedy Saleh
11. Menteri Perindustrian: MS Hidayat
12. Menteri Perdagangan: Mari Elka Pangestu
13. Menteri Pertanian: Suswono
14. Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan
15. Menteri Perhubungan: Freddy Numberi
16. Menteri Kelautan dan Perikanan: Fadel Muhammad
17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar
18. Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto
19. Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Sedyaningsih
20. Menteri Pendidikan Nasional: M Nuh
21. Menteri Sosial: Salim Segaf Aljufrie
22. Menteri Agama: Suryadharma Ali
23. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata: Jero Wacik
24. Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring
25. Menneg Riset dan Teknologi: Suharna Surapranata
26. Menteri Negara Urusan Koperasi dan UKM: Syarifudin Hasan
27. Menneg Lingkungan Hidup: Gusti Moh Hatta
28. Menneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar
29. Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: EE Mangindaan
29. Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faisal Zaini
31. Menneg PPN/Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana
32. Menneg BUMN: Mustafa Abubakar
33. Menneg Perumahan Rakyat: Suharso Manoarfa
34. Menneg Pemuda dan Olahraga: Andi Mallarangeng

Pejabat Negara:
1. Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto
2. Kepala BIN (Badan Intelijen Negara): Jenderal Pol Purn Sutanto
3. Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal): Gita Wirjawan

http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/10/21/22185589/Inilah.Susunan.Kabinet.Indonesia.Bersatu.II

Kamis, 22/10/2009 08:50 WIB

Ganti Siti Fadilah & Pakai Endang, SBY Tunduk Pada AS

Shohib Masykur – detikNews

Presiden SBY Umumkan Kabinet

Jakarta – Presiden SBY memilih Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai Menteri Kesehatan menggantikan Siti Fadilah Supari. Dengan ini SBY dinilai tunduk pada kepentingan AS karena Endang merupakan orang paling dekat dengan Namru-2 milik AS.

“Ini kabinet neoliberal yang cenderung tunduk pada kepentingan Amerika. Ibu Siti ditendang. Padahal dia berhasil karena bisa melawan negara besar seperti Amerika dan WHO,” kata pengamat politik LIPI Syamsudin Haris pada detikcom, Kamis (22/10/2009).

Syamsudin menyayangkan SBY yang tidak lagi memakai Siti yang dia nilai telah berhasil. “Sayangnya SBY nggak pakai lagi. Mungkin karena SBY terlalu tunduk pada Amerika dan WHO,” kata Syamsudin.

Selain itu dia juga menganggap audisi menteri yang dilakukan SBY sebenarnya tidak perlu. Sebab calon yang diaudisi hanya 1 untuk tiap pos kementerian, kecuali untuk jabatan Menkes. Jika berniat audisi, seharusnya 1 pos kementerian minimal 2 orang.

“Kasihan juga dengan Ibu Nila, dia satu-satunya yang gagal. Padahal sudah ada karangan bunga dan ucapan selamat segala macam,” kata ucap Syamsudin.

Dia menilai, sebagai seorang presiden yang menang dengan perolehan suara tinggi, SBY terlalu tidak bernyali. SBY tidak berinisiatif membangun kabinet profesional yang diisi dengan orang-orang yang kompeten di bidangnya. “Padahal dia memiliki mandat yang jauh lebih kuat,” kata Syamsudin.

(sho/nrl)

http://www.detiknews.com/read/2009/10/22/084817/1226166/10/ganti-siti-fadilah-pakai-endang-sby-tunduk-pada-as

Kabinet Indonesia Bersatu II

“Sulit Buktikan Kalau Saya Jual Virus”

Siti meragukan nasionalisme Endang karena pernah secara diam-diam membawa virus H5N1.

Kamis, 22 Oktober 2009, 09:24 WIB

Umi Kalsum, Sandy Adam Mahaputra

Endang Rahayu Sedyaningsih disalami SBY usai diaudisi jadi Menteri Kesehatan (Rumgapres/ Anung)

VIVAnews – Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari terang-terangan mengungkapkan perilaku Endang Rahayu Sedyaningsih. Siti meragukan nasionalisme Endang karena pernah secara diam-diam membawa virus H5N1 ke luar negeri. Padahal Indonesia sudah memperjuangkan soal virus sharing dan disetujui dalam sidang WHO.

Akibat perilakunya itu, Siti kemudian memutasi Endang dan menurunkan jabatannya menjadi peneliti biasa. Soal ini Endang membantahnya.

“Tidak benar. Memang sulit membuktikan kita benar. Kalau waktu itu saya dimutasi, saya terima. Kalau saya dimutasi ya saya ikuti, tidak masalah,” kata Endang di rumahnya, Kompleks IKIP, Duren Tiga, Jakarta, Kamis 22 Oktober 2009.

Suami Endang, MJN Mamahit, juga mengaku sering mendengar selentingan itu di tempat kerjanya. Mamahit yang juga dokter di RS Tangerang mengabaikan suara-suara sumbang itu. “Saya biasa saja, itu tidak masalah tidak benar,” kata dia.

Soal kedekatannya dengan Namru-2, laboratorium milik Angkatan Laut AS, Endang mengakui dia memang memiliki kedekatan, tapi tidak hanya dengan peneliti-peneliti Amerika Serikat saja. “Juga dengan teman-teman Jepang, Belanda. Saya tidak mengelak kalau dikatakan dekat dengan Namru. Kalau saya dekat dengan Ibu (Siti Fadilah), nanti dikira sombong,” katanya.

Soal pesan Siti agar rasa nasionalismenya ditingkatkan, Endang hanya menjawab singkat. “Ya aminlah,” kata dia.

http://politik.vivanews.com/news/read/99050-_sulit_buktikan_kalau_saya_tak_jual_virus_

Siti Fadilah: Endang Larikan Virus ke LN

Written by anton

Kamis, 22 Oktober 2009

JAKARTA, TRIBUN – Penunjukan Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai menteri kesehatan cukup menimbulkan pertanyaan. Karirnya di depkes sempat tersandung karena Endang pernah dimutasi oleh Siti Fadilah Supari.

“Dia pernah saya mutasi karena dokter Endang membawa virus yang dilarang ke luar negeri. Dia membawa virus tanpa setahu kita. Itu ada sekitar 58 virus ke Hanoi tanpa setahu siapapun juga,” kata mantan Menkes Siti Fadilah Supari kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/10).

Siti Fadilah menuturkan, kala itu Endang beralasan membawa virus untuk diteliti karena ada profesor kenalannya yang datang ke Hanoi. Namun tetap saja hal itu tidak bisa dibenarkan. “Tapi untuk saya membawa virus keluar tanpa sepengetahuan saya adalah pelanggaran,” tegasnya.

Siti Fadilah mengatakan kini sudah tidak mempermasalahkan kasus ‘penyelundupan’ tersebut karena Endang sudah meminta maaf. Tapi gara-gara insiden ini Endang dilarang mengurusi virus lagi.

Ke depannya, Siti Fadilah berharap ucapan Endang kepadanya bahwa dirinya seorang nasionalis bukan isapan jempol belaka. Soal kemampuan, Siti Fadilah yakin Endang punya kemampuan untuk memimpin sebuah departemen dengan sedikit catatan soal virus.

“Saya optimis dia bisa melaksanakan tugas sebagai menkes karena kemampuan identifikasi masalah, menganalisa suatu kesimpulan, merencanakan tindakan dia itu mumpuni,” jelasnya.

“Yang harus saya kawal adalah policy dia terhadap H5N1 dan juga virus-virus yang lain. Kerjasama Indonesia-Amerika yang sudah saya rintis,” lanjutnya.

Menurut mantan Menkes Siti Fadilah Supari, Endang merupakan orang yang paling dekat dengan Naval Medical Research Unit 2 (Namru-2). “Endang adalah staf saya di bagian Litbang. Dia adalah mantan pegawai Namru-2. Dia orang yang paling dekat dengan Namru,” katanya.

Keberadaan Namru-2 sempat menjadi kontroversi. Namru-2 pertama kali berada di Indonesia pada tahun 1970 untuk meneliti virus-virus penyakit menular bagi kepentingan Angkatan Laut AS dan Departemen Pertahanan AS. Kontrak Namru-2, unit riset virus milik Angkatan Laut AS, dengan RI sudah habis sejak Januari 2000.

Namun pada praktiknya masih berlangsung kegiatan penelitian hingga 2005. Kemudian Menkes Siti Fadilah Supari langsung menghentikannya. Dia melarang seluruh rumah sakit mengirimkan sampel ke Namru-2 untuk diteliti. Banyak pihak mencurigai keberadaan Namru menjadi sarana kegiatan intelijen AS dengan berkedok riset.

Setahun setelah Menjadi Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari meminta agar izin Namru 2 ditutup. Barulah diakhir masa jabatannya, ,tepatnya 16 Oktober 2009, Siti Fadilah mengirimkan surat pemberhentian kerjasama Depkes dengan Namru- 2.

http://tribunbatam.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=36178&Itemid=1096

Rencana Kenaikan Gaji Pejabat

Gaji Pokok Menteri Rp 18 Juta, Tetapi …

Setiap menteri menerima mobil dinas baru, dana taktis Rp 150 juta, pensiun, rumah dinas.

Selasa, 27 Oktober 2009, 15:07 WIB

Heri Susanto

VIVAnews – Rencana kenaikan gaji pejabat negara menuai polemik berkepanjangan. Apalagi, pemerintah sudah mengalokasikan dana di APBN 2010 untuk menampung rencana kenaikan gaji pejabat negara tersebut.

Anggota Komisi Keuangan DPR, Harry Azhar Azis mengungkapkan pemerintah memang pernah membahas bersama Panitia Anggaran DPR terkait rencana remunerasi gaji pejabat negara. “Itu sudah dialokasikan di anggaran 2010.”

Dia mengakui gaji pokok pejabat negara, seperti Menteri saat ini memang sekitar Rp 18 juta. Tetapi, jika ditambah dengan berbagai tunjangan yang diperoleh, take home pay mereka bisa Rp 50-60 juta per bulan. “Itu belum termasuk dana operasional menteri per bulan yang besarnya mencapai Rp 150 juta.”

Sekretaris Jenderal Forum untuk Transparansi Anggaran Indonesia (FITRA), Yuna Farhan mengingatkan sesungguhnya para menteri bukan hanya menerima gaji pokok, tetapi mereka telah menerima berbagai fasilitas yang ditanggung negara.

Seluruh fasilitas adalah mobil dinas baru seharga 350 juta, dana taktis operasional 150 juta per orang, rumah dinas beserta operasionalnya, dana pensiun, dan fasilitas VVIP. “Itu sudah lebih dari cukup bagi para menteri,” kata Yuna dalam siaran pers yang diterima VIVAnews di Jakarta, 26 Oktober 2009.

Yuna menekankan jabatan menteri sesungguhnya bukan tempat menampung para job seeker. Alasan gaji yang lebih kecil dari Direktur BUMN, juga tidak bisa diterima. Sebab, Direktur BUMN adalah jabatan professional yang harus berkonstribusi pada pendapatan Negara, sementara Menteri adalah jabatan politik yang berorientasi pada pengabdian melayani rakyat.

“Jadi, jabatan menteri bukan tempat mencari uang.”

heri.susanto@vivanews.com

http://bisnis.vivanews.com/news/read/100358-gaji_pokok_menteri_sih_rp_18_juta__tetapi____

Satu Tanggapan

  1. Selamat datang Nasionalis Demokrat Dinegara tercinta saya berharap Nasionalis Demokrat memberi kepada Negara dan tidak beraharap diberi oleh negara. Sampai sekarang belum saya memahami kosep demokrasi yang bapak mau terapakan di negeri ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: