Hasil Akhir Pansus Century: Mayoritas Anggota DPR Tolak Bail Out

Akhirnya mayoritas anggota DPR (325) memutuskan bahwa Bail-out Bank Century senilai Rp 6,7 trilyun bermasalah, sementara 212 suara menganggap tidak masalah.

Fraksi yang menolak Bail Out adalah Golkar, PDIP, PKS, Gerindra, Hanura, PPP, dan dari PKB satu orang, yaitu ibu Lily Wahid.

Sementara yang menyetujui Bail Out adalah Partai Demokrat, PAN, dan PKB.

Kejutan diberikan oleh ibu Lily Wahid yang membelot dan menolak Bail Out meski dia akhirnya dapat SP1 dari pimpinan PKB, Muhaimin Iskandar. Dari PPP, meski mendapat tekanan dari Suryadarma Ali, pimpinan PPP yang jadi Menteri Agama, namun Kurdi Moekri dengan berani “membangkang” dan menolak Bail Out. Tindakannya itu diikuti oleh teman-temannya sehingga 32 anggota PPP lain menolak Bail Out. Tak satu pun yang mendukung Bail Out.

Terlepas dari benar/salah, harusnya Boediono dan Sri Mulyani segera mengundurkan diri dengan sukarela, sehingga tidak jadi beban yang berkepanjangan bagi pemerintahan SBY. Jika tidak, bukan tidak mungkin puluhan bahkan ratusan trilyun uang Negara kembali dikucurkan untuk Bail out Perbankan dengan dalih menyelamatkan Indonesia dari krisis. Padahal harusnya uang itu bisa dipakai untuk mensejahterakan rakyat kecil. Jika pun ada uang nasabah yang harus diganti, cukup sampai Rp 2 milyar saja per orang. Kemudian para Bankir yang menghilangkan uang nasabah harus disita hartanya sebagai ganti dan diberi hukuman yang berat agar kapok.

Opsi A (Bailout (FPJP dan PMS) tidak bersalah)

Partai Demokrat: 148

PAN = 39

PKB= 25

Total: 212 suara

Opsi C (Bailout (FPJP dan PMS) bermasalah)

Partai Golkar: 104

PDIP= 90

PKS = 56

PAN = 0

PPP= 32

PKB= 1

Gerindra: 25

Hanura: 17

Total: 325 suara

http://www.detiknews.com/read/2010/03/03/230542/1310723/10/fpd-cs-keok-opsi-c-dipilih-dpr-putuskan-fpjp-dan-pms-bermasalah

Sidang Paripurna Century

FPD Cs Keok, Opsi C Dipilih, DPR Putuskan FPJP dan PMS Bermasalah

Hery Winarno – detikNews

Foto Terkait

gb

Yel-yel Jelang Rapat Paripurna

Jakarta – DPR akhirnya memutuskan kebijakan pemberian FPJP dan PMS untuk menyelamatkan Bank Century sebagai kebijakan bermasalah. Keputusan ini setelah dalam pemungutan suara, pemilih opsi C mengungguli pemilih opsi A.

“Dengan demikian opsi C bisa disetujui?” tanya Ketua DPR Marzuki Alie yang menjadi pimpinan sidang. “Setuju,” kata para anggota DPR. Lantas, Marzuki Alie mengetuk palu mengesahkan hal ini diiringi tepuk tangan para anggota dewan.

Hasil akhir pemungutan suara, pemilih opsi C yang mengatakan kebijakan pemberian FPJP dan PMS kepada Bank Century serta pelaksanaannya bermasalah sebanyak 325 orang. Sementara yang kontra, yakni yang menganggap kebijakan pemberian FPJP dan PMS kepada Bank Century serta pelaksanaannya sudah tepat untuk menyelamatkan perekonomian nasional hanya didukung 212 suara.

Hasil ini tidak jauh beda dengan pandangan akhir fraksi di awal paripurna. Pada saat itu 5 fraksi yakni FPG, FPDIP, FPKS, F-Gerindra, dan F-Hanura secara tegas menyebut memilih opsi C.

Berikut perolehan suara selengkapnya yang dilakukan melalui voting terbuka:

Opsi A (Bailout (FPJP dan PMS) tidak bersalah)

Partai Demokrat: 148

Partai Golkar: 0

PDIP= 0

PKS = 0

PAN = 39

PPP= 0

PKB= 25

Gerindra: 0

Hanura: 0

Total: 212 suara

Opsi C (Bailout (FPJP dan PMS) bermasalah)

Partai Demokrat: 0

Partai Golkar: 104

PDIP= 90

PKS = 56

PAN = 0

PPP= 32

PKB= 1

Gerindra: 25

Hanura: 17

Total: 325 suara

Tidak ada satu pun anggota DPR yang memilih abstain. Sementara itu, dua orang dari Fraksi Partai Golkar tidak hadir, 4 orang dari FPDIP tidak hadir, 7 anggota FPAN tidak hadir, 6 anggota FPPP tidak hadir, dan 1 orang dari Gerindra tidak hadir. (Rez/asy)

http://politik.vivanews.com/news/read/133769-ppp_pilih_opsi_c__suryadharma_ancam_mundur_

PPP Pilih Opsi C, Suryadharma Ancam Mundur?

Namun, tekanan dari konstituen pun sangat keras kepada PPP. “PPP disebut banci.”

Kamis, 4 Maret 2010, 08:54 WIB

Ita Lismawati F. Malau

VIVAnews – Fraksi PPP membuat keputusan yang membuat gempar politisi Senayan dengan memilih opsi C, yakni penyelamatan Bank Century diduga melanggar sejak pengambilan keputusan hingga implementasinya. Kalangan internal PPP mengaku keputusan ini diambil di tengah tekanan.

“Tekanannya sangat kuat,” kata salah satu politisi PPP yang tak mau disebutkan namanya, Kamis 4 Februari 2010.  Salah satunya, kata dia, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali mengancam mundur jika fraksi memilih opsi C.

“Dalam rapat fraksi, Ketua Umum menyatakan fraksi memiliki keleluasaan memilih. Tapi, jika memilih opsi C, Ketua Umum akan mundur,” kata dia dalam perbincangan dengan VIVAnews.

Menurutnya, fraksi sempat berada di daerah abu-abu. “Tapi, pertimbangan konstituen lah yang kemudian jadi fokus,” kata dia. Dan PPP kemudian memilih C, bukan A seperti dimau Suryadharma Ali yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri Agama itu.

Namun, tekanan dari konstituen pun sangat keras kepada PPP. “PPP disebut banci, lemah karena tidak berani dalam kasus Century.”

Saat diklarifikasi, Sekretaris Fraksi PPP Romahurmuziy tidak membantah atau mengiyakan. “Saya menolak mengklarifikasi itu,” kata dia.

Namun, kata dia, Ketua Umum memang memberikan arahan kepada fraksi. Lalu, pimpinan fraksi memiliki keleluasaan untuk mengambil keputusan. “Apa arahan Ketua Umum, biar itu menjadi internal PPP,” kata dia.

Namun, sambungnya, pimpinan fraksi PPP mengutamakan konstituen saat mengambil keputusan.

http://politik.vivanews.com/news/read/133810-lily_wahid_kena_sp1_dari_pkb

Lily Wahid Kena SP1 dari PKB

http://politik.vivanews.com/news/read/133814-kado_ulang_tahun_istimewa_lily_wahid

Kado Ulang Tahun Istimewa Lily Wahid

Tepat hari ini, Adik kandung mendiang Gus Dur itu berulang tahun.

Kamis, 4 Maret 2010, 11:03 WIB

Ismoko Widjaya

VIVAnews – Lily Wahid, anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa yang ‘membelot’ dari PKB sedang berbahagia. Selain karena mendapat banyak ucapan selamat karena ‘pembelotannya’, adik kandung mendiang mantan Presiden Abdurrahman Wahid itu sedang berulang tahun.

“Iya, hari ini ulang tahun yang ke 62,” kata staf pribadi Lily Wahid, Abror, dalam perbincangan dengan VIVAnews, Kamis 4 Maret 2010.

Aksi Lily Wahid semalam mengundang decak kagum dari sejumlah legislator. Anggota Dewan dari daerah pemilihan Jawa Timur II (Probolinggo dan Pasuruan) itu melawan kehendak partainya dua kali, saat voting pertama dan kedua.

Lily satu-satunya anggota Fraksi PKB yang ‘mbalelo’. Dalam rapat semalam, 25 anggota Fraksi PKB memilih opsi A. Hanya Lily Wahid yang memilih opsi C.

Akhirnya, setelah diketahui jumlah penentuan suara dalam voting, sidang ditutup pada pukul 23.15 Wib dengan hasil akhir Opsi C memiliki suara yang lebih unggul dengan jumlah suara 325 dan Opsi A sebanyak 212 orang.

“Ada sekitar 250-an SMS (pesan singkat) ucapan selamat masuk. Kado paling istimewa buat Ibu (Lily Wahid) di hari ulang tahunnya adalah hasil Pansus semalam,” ujar dia.

Tetapi, atas aksi Liliy itu PKB mengeluarkan surat peringatan pertama bagi Lily Wahid. Bahkan PKB pun mengancam akan mengganti posisi Lily Wahid dari DPR.

“PKB baru mengeluarkan peringatan pertama, kalau dia tidak segera rapatkan barusan, kita akan PAW setelah tiga kali kesalahan,” kata Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, di Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kamnis 4 Maret 2010.

ismoko.widjaya@vivanews.com

http://politik.vivanews.com/news/read/133755-ini_kesepakatan_dpr_soal_kasus_century

Ini Kesepakatan DPR Soal Kasus Century

Kesepakatan ini didukung bulat oleh lima fraksi dan mayoritas satu fraksi

Kamis, 4 Maret 2010, 07:23 WIB

Arfi Bambani Amri, Mohammad Adam, Anggi Kusumadewi

VIVAnews – Dewan Perwakilan Rakyat akhirnya memilih Opsi C yang ditawarkan Panitia Khusus Angket Kasus Bank Century. Pemilihan Opsi C dilakukan setelah digelar voting terbuka dalam rapat paripurna DPR Rabu 3 Maret 2010 malam.

Opsi C (yang dalam paripurna 2 Maret disebut juga Opsi B) ini didukung secara bulat oleh lima fraksi yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Hati Nurani Rakyat dan Partai Gerakan Indonesia Raya. Kemudian mayoritas fraksi Partai Persatuan Pembangunan dan satu anggota Partai Kebangkitan Bangsa memberikan suara menyokong Opsi C ini.

Berikut kesimpulan opsi C:

1. Pengucuran dana Bank Century melalui FPJP oleh BI dan PMS oleh LPS adalah keuangan negara.

2. Patut diduga telah terjadi berbagai penyimpangan dalam pelaksanaan kebijakan oleh otoritas moneter dan fiskal, mulai dari (a) operasional Bank CIC (b) proses akuisisi Bank Danpac dan Bank Pikko oleh Chinkara Capital, merger Bank CIC, Bank Danpac, dan Bank Pikko menjadi Bank Century, operasional Bank Century (c) pemberian FPJP, dan (d) PMS sampai kepada (e) mengucurnya aliran dana.

3. Diduga telah terjadi penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh pihak otoritas moneter dan fiskal dengan mengikutsertakan pemegang saham pengendali, pengurus, dan manajemen Bank CIC, dan Bank Century, debitur dan nasabah terkait, sehingga terindikasi merugikan keuangan negara dan perekonomian negara.

Terkait dengan pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab, panitia angket mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab. Fraksi Partai Golkar, Fraksi PDIP, Fraksi PKS, dan Fraksi Partai Hanura dalam pandangannya menyebutkan nama-nama, Fraksi PPP menyebutkan unit kerja dalam institusi, dan Fraksi Partai Gerindra menyebutkan pejabat yang bertanggung jawab. Nama-nama tersebut tercantum dalam matriks.

4. Kasus BC merupakan penyalahgunaan wewenang oleh pejabat otoritas moneter dan fiskal, yang dengan modus operandi penyimpangan dalam proses dan pelaksanaan pemberian FPJP dan PMS yang dapat dikualifikasikan sebagai dugaan tindak pidana korupsi.

Berikut Rekomendasi Opsi C:

1. Merekomendasikan seluruh penyimpangan yang berindikasi perbuatan melawan hukum yang merupakan tindak pidana korupsi, tindak pidana perbankan, dan tindak pidana umum, berikut pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab agar diserahkan kepada lembaga penegak hukum, yaitu kepolisian RI, Kejaksaan Agung, dan KPK sesuai kewenangannya.

2. Meminta kepada DPR bersama dengan pemerintah untuk segera membentuk dan merevisi berbagai peraturan perundangan yang terkait pengelolaan sektor moneter dan fiskal.

3. Melakukan pemulihan aset yang telah diambil secara tidak sah oleh pelaku tindak pidana yang merugikan keuangan bank/negara, baik pada Bank Century maupun pada Bank CIC yang diduga dilakukan oleh Robert Tantular, RAR, dan HAW dengan meminta terlebih dahulu forensik audit terhadap kasus aliran dana Bank Century yang dilakukan oleh kantor akuntan publik yang mempunyai afiliasi internasional, di bawah supervisi dari tim monitoring Panitia Angket Century. Upaya pemulihan aset yang telah dilarikan ke luar negeri secara tidak sah harus menjadi target penerimaan lain-lain dari APBN.

4. Meminta kepada DPR agar membentuk tim pengawas tindak lanjut rekomendasi Panitia Angket Bank Century yang bertugas untuk mengawasi pelaksanaan rekomendasi dan proses penelusuran aliran dana serta pemulihan aset, dengan kewenangan sesuai dengan peraturan, selambat-lambatnya pada masa persidangan berikutnya.

5. Meminta kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan permasalahan yang menimpa nasabah PT Antaboga Delta Sekuritas, dengan mengajukan kepada DPR pola penyelesaian secara menyeluruh, baik dasar hukum maupun sumber pembiayaan sesuai dengan peraturan perundangan.

6. Mendesak kepada Presiden untuk segera mengajukan calon Gubernur BI ke DPR agar segera bisa menjalankan fungsi otoritas moneter secara lebih efektif dan profesional sesuai peraturan perundangan.

• VIVAnews

http://politik.vivanews.com/news/read/133727-profil_kurdi_moekri__pembelot_dari_ppp

Profil Kurdi Moekri, Pembelot dari PPP

Krudi Moekri adalah satu-satunya dari 33 anggota PPP yang memilih alternatif 1.

Kamis, 4 Maret 2010, 01:07 WIB

Elin Yunita Kristanti, Mohammad Adam, Sandy Adam Mahaputra

VIVAnews – Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat jadi sorotan di rapat  paripurna Century, Lily Wahid dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Kurdi Moekri dari Partai Persatuan Pembangunan.

Tadi malam, Rabu 3 Maret 2010, keduanya mendapat predikat sebagai pembelot.

Dalam pemilihan pertama, 33 anggota PPP yang hadir dalam rapat paripurna memilih alternatif 2.

“Seluruh anggota PPP ada 38 orang, lainnya kemana, pilih alternatif apa? Apa ada yang memilih alternatif 1?” tanya Ketua DPR RI, Marzuki Alie.

Saat itulah Kurdi berdiri dari kursinya. Dengan senyum lebar, pria berpeci hitam itu berdiri sambil melambaikan tangan.

Pilihan pria kelahiran 4 Juni 1941 disambut suka cita anggota DPR lainnya. Mereka langsung menyerbu Kurdi, bertepuk tangan dan memberikan salam.

Mengapa Kurdi memilih membelot?

“Ibarat punya teman yang baik, saya melakukan itu. Teman yang baik itu yang bisa mengingatkan kalau temannya keliru.  Saya melakukan itu, jangan kalau ada teman kita yang keliru kita biarkan,” kata dia.

Kurdi Mukri juga mengaku tetap berbeda dengan partainya dalam voting keputusan nanti — antara opsi A dan C. “Saya pilih C. Saya yakin C juga akan menang,” kata dia.

Apa alasan dia memilih opsi C? “C itu substansinya kebijakan tidak benar,” jawab dia.

Dikatakan Kurdi, dia tak takut kena sanksi dari partainya. “Ya, bagaimana ya, itu pendirian saya. Saya melakukan hal yang menurut saya benar. Saya punya hak konstitusional, sebagai anggota dewan, hak itu dijamin,” tambah anggota dewan dari Dapil 11 Jawa Barat, Tasik dan Garut.

Untungnya, Kurdi tak sendirian memilih C dalam voting keputusan final.

Sebanyak 33 anggota PPP berbalik. Tak ada yang memilih A, 32 anggota memilih opsi C. Satu anggota lainnya hilang tak tahu kemana.

2 Tanggapan

  1. yoi brow… ya githu dong….

    harusnya sebelum percayain duit kita liat dulu dong bener2 ok gak…. kalo bank pemerintah uda wajib harus dipercayai 100%..

    duit rakyat harus kembali ke rakyat pak… (rakyat yang gak sempet nabung ke century) hehehehehe…

    uda trima aja nasibnya… lagian bisnis kalian pasti bisa bertahan kok, yang penting kerja keras… anggep aja amal sodakoh… mudah2an amal anda bisa dijadiin pertimbangan untuk masuk surga… amin…

    kalo butuh duit buat buka usaha lagi minta aja ama robert tantular… kalo gak ngasi, timpukin aja pake sendal, kalo perlu sendal jepi yang baru nginjek taik…. awkawkawkawkwa

  2. gw tadi pake nama sitra yg gw temu dari kartu nama orang…

    sory gw gak maksud kasi komen kyk tadi… skali lagi maaf yagh…
    gw lagi giting…

    bener2 gak ada maksud, buat admin, tolong dihapus yah komen tadi… thanks b4…

    buat hasil pansus century, gw 100% dukung kalian…
    kalian adalah orang yang rakyat percaya termasuk gw…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: