Andi Arief – Staf Khusus Presiden SBY

Dilihat dari kiprahnya, sosok Andi Arief cukup fenomenal. Bagaimana dia dari seorang sosialis dari PRD yang jadi buronan era Soeharto, akhirnya jadi satu pendukung SBY yang gigih padahal kebijakan ekonomi SBY, khususnya dengan Wapres Boediono ditengarai sebagian pihak sebagai Neoliberalis.

Andi Arief juga dikabarkan sempat mengirim ancaman untuk melaporkan Fadli Zhon ke Polisi berkaitan dengan kegigihan Fadli Zhon menggugat masalah “Kecurangan Pemilu” seperti DPT (Daftar Pemilih Tetap) – Inilah.com.

Kemudian Andi Arief juga melaporkan anggota Pansus Century dari PKS, Misbakhun, ke polisi dengan tuduhan membuat L/C fiktif di Bank Century.

Kabar beredar, Andi Arief adalah IT Campaigner SBY-Boediono, yakni semacam penanggung jawab kampanye di internet (Vivanews.com)

http://www.inilah.com/news/read/politik/2009/07/23/132125/wah-pro-sby-ancam-fadli-zon/

Wah, Pro SBY Ancam Fadli Zon

Abdullah Mubarok

INILAH.COM, Jakarta – Sekretaris tim kampanye nasional Mega-Prabowo, Fadli Zon mengaku telah menerima SMS ancaman dari salah satu anggota kelompok pendukung SBY, Jaringan Nusantara. Fadli juga mengaku siap menghadapi jika dirinya dilaporkan ke polisi.

“Saya masih ada SMS-nya hari ini. Namun, saya tidak menanggapi serius,” kata Fadli kepada INILAH.COM, Jakarta, Kamis (23/7).

Dijelaskan Waketum Partai Gerindra ini, SMS ancaman dari Sekjen Jaringan Nusantara Andi Arief itu. Bahasa yang digunakan sangat kasar. Fadli mengaku dikatai sebagai tukang fitnah. “Tapi, saya tidak terlalu menanggapi,” imbuhnya.

Berikut petikan SMS yang dikirimkan Andi kepada Fadli: “Fadli, berhentilah lu jadi tukang fitnah soal DPT, KECURANGAN dll. Kelakuan lu gak berubah2. Gua dkk udah gerah dg kebohongan lu. Gua dkk udah siapin laporan kebohongan dan rekayasa opini lu ke pihak YG BERWAJIB. Jangan lu menghitung keberanian lu aja, lu harus hitung juga keberanian orang lain. Berhentilah lu jadi tukang fitnah dan pembohong. Andi Arief.”

[bar]

===

http://politik.vivanews.com/news/read/107492-andi_arief__dari_bawah_tanah_ke_istana

Staf Khusus Presiden

Andi Arief, dari Bawah Tanah ke Istana

Pertama bertemu SBY sebagai demonstran. Mulai hari ini bertemu SBY sebagai staf khusus.

Jum’at, 20 November 2009, 13:52 WIB

Arfi Bambani Amri

VIVAnews – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengangkat Andi Arief menjadi staf khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana. Andi Arief adalah bekas aktivis mahasiswa yang dikenal SBY sejak menjabat Komandan Resor Militer 072/Pamungkas di Yogyakarta pada tahun 1995.

Andi Arief saat itu berkuliah di Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada. Dan Andi Arief dikenal SBY saat itu sebagai salah satu aktivis mahasiswa yang getol berdemonstrasi.

Andi Arief dilahirkan 20 November 1970 di Bandar Lampung, dari pasangan Kiai Haji Arief Mahya dan Hajjah Mas Amah. Putra bungsu ini menghabiskan sekolah dasar sampai menengah atas di Bandar Lampung. Tahun 1989, dia berkuliah ke Yogyakarta.

Saat kuliah, Andi Arief aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan, mulai dari kelompok studi, pers mahasiswa sampai senat mahasiswa. Andi Arief adalah Ketua Senat Mahasiswa Fisip UGM 1993-1994 dan Pemimpin Umum Majalah Mahasiswa Fisipol 1994-1995.

Saat menjadi Ketua Senat itu, Andi Arief bersama sejumlah aktivis mahasiswa termasuk dua orang rekannya yang belakangan juga staf khusus Presiden, Velix Wanggai dan Denny Indrayana, membentuk Komite Penegak Hak Politik Mahasiswa (Tegaklima). Velix yang kuliah di jurusan Hubungan Internasional itu kemudian menjadi Ketua Senat Fisipol UGM menggantikan Andi. Sementara Denny Indrayana saat itu adalah aktivis pers Mahasiswa Fakultas Hukum UGM, Mahkamah.

Tegaklima ini pernah menginterupsi pelantikan lima pembantu rektor UGM pada 26 Oktober 1994 dengan demonstrasi. Dalam demonstrasi yang dipimpin Andi Arief itu, para mahasiswa meminta hak politik untuk ikut memilih dekan dan rektor.

Namun bukan kegiatan itu yang membuat Andi Arief dipelototi penguasa Orde Baru yang berkuasa saat itu. Tahun 1994 itu, Andi Arief memimpin Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi Cabang Yogyakarta sambil menjadi Dewan Pengurus Persatuan Rakyat Demokratik sebelum menjadi Partai Rakyat Demokratik. Saat menggalang aksi atas nama SMID Yogyakarta itulah Andi Arief kenal dengan SBY yang saat itu Danrem Pamungkas.

Aktivitas Andi Arief terus meningkat sampai menjadi Ketua Umum SMID pada tahun 1996. Ketika pecah peristiwa 27 Juli 1996, Andi Arief pun dikejar-kejar aparat. Beberapa hari setelah peristiwa ini, di tengah pengejaran itu, Andi Arief menggelar jumpa pers di Yogyakarta. Dia membantah tudingan kerusuhan didalangi SMID, dan semua itu adalah rekayasa Orde Baru.

Setelah jumpa pers menghebohkan itu, Andi Arief pun menghilang. Dia dan kawan-kawannya diburu aparat keamanan Orde Baru. PRD dan SMID lalu bergerak di bawah tanah. Pada 28 Maret 1998, segerombolan orang berambut cepak berhasil mencokoknya di sebuah rumah toko di Bandar Lampung. Andi Arief diculik.

Penculikan baru berakhir setelah Andi Arief meneken surat penahanan dari kepolisian. 14 Juli 1998, barulah Andi Arief dibebaskan dan diserahkan ke Kontras.

Sejak 1998 itu, nama Andi Arief seakan menghilang. Di masa awal Reformasi, Andi Arief bersama temannya sesama aktivis SMID, Nezar Patria, meluncurkan sebuah buku berjudul “Antonio Gramsci: Negara dan Hegemoni.”

Namun Reformasi ini membuat Andi lebih banyak beraktivitas di Lampung. Dia ikut aktif di klub softball dan perguruan silat Singamanda. Tahun 2000, Andi Arief menikahi Defianty dan sekarang telah menganugerahinya satu anak.

Namun politik tak bisa lepas dari hidupnya. Menjelang Pemilu 2004, Andi Arief ikut berperan memenangkan pasangan SBY-Jusuf Kalla. Dia menjadi Sekretaris Jenderal Jaringan Nusantara, sebuah organisasi sukarelawan pemenangan SBY.

Kiprahnya ini membuahkan perhatian SBY. Awal 2006, dia ditunjuk Presiden sebagai salah satu Komisaris PT Pos Indonesia. Tahun 2008, Andi Arief sempat mencoba peruntungan sebagai calon Wakil Gubernur Lampung berpasangan dengan calon Gubernur Muhajir Utomo dari jalur independen. Namun Jiran, begitu kode duet ini, gagal bersaing dengan enam pasangan lainnya.

Lalu, menjelang Pemilihan Presiden 2009, Andi Arief menyatakan mundur dari PT Pos agar konsentrasi memenangkan SBY-Boediono. Meski tak duduk di Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono, kabar beredar, Andi Arief adalah IT Campaigner SBY-Boediono, yakni semacam penanggung jawab kampanye di internet.

Dan kiprah Andi pun dilihat oleh SBY. Kamis 19 November 2009, selaku Presiden, SBY mengeluarkan Keputusan Presiden menunjuknya menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana.

• VIVAnews

http://politik.vivanews.com/news/read/132766-motif_andi_arief_ungkap_kasus_misbakhun

Motif Andi Arief Ungkap Kasus Misbakhun

Posisinya sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam menuai kritik

Senin, 1 Maret 2010, 09:31 WIB

Arfi Bambani Amri

VIVAnews  – Andi Arief beberapa hari belakangan ini gencar berbicara mengenai kasus letter of credit (LC) milik politisi Partai Keadilan Sejahtera, Misbakhun, yang diterbitkan Bank Century. Tindak-tanduk Andi Arief yang resminya Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam ini menimbulkan kontroversi.

Misbakhun sendiri menyatakan Andi Arief bukan sosok yang kredibel, kompeten, dan tepat berbicara kasus Century. Maka itu, Misbakhun yakin pernyataan Andi Arief itu atas inisiatif sendiri, bukan dari Presiden SBY.

Bagaimana jawaban Andi Arief yang pernah diculik saat menjadi aktivis mahasiswa itu? Andi menyatakan, orang yang memberikan dokumen soal LC senilai US$ 22,5 juta itu hanya mempercayakan kepadanya. “Saya hanya memegang pesan dari yang memegang ini,” katanya.

Meski begitu, sebelum mempublikasikan, Andi telah berkonsultasi dengan Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Denny Indrayana. Andi juga telah mengkonfirmasi sejumlah hal ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Dokumen itu juga telah diberikan ke Satuan Tugas Antimafia Hukum dan hari ini akan dilaporkan ke kepolisian.

Andi menyatakan, pengungkapan LC ini juga bukan untuk menyudutkan Partai Keadilan Sejahtera. “Saya hanya ingin menunjukkan siapa sebetulnya yang menikmati dana Century,” kata Andi Arief kepada tvOne, Senin 1 Maret 2010. Dan menurut Andi, Misbakhun adalah salah satunya.

Jadi, Andi menyatakan, pengungkapan kasus ini untuk memperlihatkan kepada publik untuk jangan sembarangan menuduh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat yang menerima dana Century. Sejauh ini, kata Andi, tak ada bukti yang menunjukkan ada aliran dana itu.

Andi pun menyatakan sudah menjalankan tugasnya sebagai Staf Khusus Bidang Bencana Alam secara baik. Andi mengaku juga sudah mendatangi lokasi bencana terbaru seperti longsor di Tenjolaya, Ciwidey, Kabupaten Bandung. “Bahwa ini (kasus LC) yang diekspos media, ya wajar-wajar saja,” katanya.

4 Tanggapan

  1. Ass. Mari lupakan hujat nenghujat dan caci memaki sesama kita. Rakyat telah menunggu program-program apa yang akan diimplementasikan pemerintah SBY untuk mencapai kesejahteraan mereka.
    Kita tahu semua tidak ada yang bersih dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini.

    Wass.

  2. Hebat hebat pak andi arif kita sama sama aktifis

  3. Bertarunglah Indonesiaku!

  4. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh… Pak Andi Arif, Pak SBY,, Pak Abu Rizal Bakrie…

    Bismillahirrahmanirrahim…

    Segala puji hanya kepada Gusti Allah SWT yang telah memberikan nikmat-Nya hingga saat ini.
    Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Kanjeng Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, para sahabatnya dan umatnya yang setia hingga akhir zaman. Teriring dengan doa semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan Gusti Allah SWT… Amin allahuma yarobbal alamin.

    Mengingat semakin banyaknya korban karena lumpur lapindo dan sangat menderitanya kehidupan Rakyat disana, berbagai macam penyakitpun sudah banyak menjangkit ( penyakit kulit, pernapasan dll ), begitu juga semakin meningkatnya / meluasnya semburan lumpur tersebut hingga menghilangkan sejarah kehidupan penduduk disana, dan untuk memberhentikan semburan lumpur lapindo, diadakan perjalanan dengan adab – adab / tata cara dalam ziarahnya ke makam beliau – beliau para Aulia dan juga para Raja – raja Nusantara, yang mempunyai pengaruh besar terhadap NKRI ( Negara Kesatuan Republik Indonesia ). Dimana beliau – beliau adalah penganut Agama Hindu- Budha dan Islam. Dalam perjalanan tersebut, diadakan tawasul yang kemudian dibarengi dengan memberikan hak – hak fakir miskin dan yatim piatu disetiap tempatnya… ( jumlah mereka yang berhak menerima dan berapa jumlah hak yang diberikan, sudah ada perhitungannya masing – masing sesuai dengan petunjuknya ), dan sampai pada akhirnya perjalanan ini kan berakhir di Ampel – Surabaya.

    Nb : Kebutuhan atau keperluan akan segala sesuatunya dalam perjalanan ini dan hak – hak untuk fakir miskin – yatim piatu, menjadi tanggung jawab sepenuhnya oleh pihak yang bertanggung jawab atas bencana lapindo. Mohon dengan segala kerendahan hati saya, untuk menindaklanjutinya…
    “Semburan lumpur lapindo tidak dapat dihentikan dengan kecanggihan teknologi”
    #Yang hanya menjadikan mubazirnya biaya#
    Karena Jawa Dwipa punya sejarah dalam suatu perjanjian leluhur Nusantara

    Mudah2an saja dengan berkahnya dan juga karomah Para Aulia dan Para Anbia, sapa’atnya Kanjeng Rasul Nabi Muhammad SAW, dan mukjizatnya Para Nabi serta izin Gusti Allah SWT… Berkat doa Orang Tua semua, semua kebaikan – kebaikan untuk Ibu Pertiwi Indonesia Persada dapat terlaksana dan menjadi nyata dalam berkah dan rahmat-NYA… Amin amin allahuma ya robbal alamin…

    Hatur nuwun sanget sakderengipun …

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: