Anggota DPR Fayakhun Andriadi: Indonesia Bisa Buat Alutsista Sendiri

Alhamdulillah ada anggota DPR, Fayakhun Andriadi dari Golkar,  yang masih berpikir untuk menjadikan Indonesia mandiri dalam pengadaan Alutsista seperti pesawat terbang, kapal laut, dan juga kendaraan darat. Semoga politisi muda dari parpol lain menyusul untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang mandiri dan sanggup berswa-sembada memenuhi kebutuhannya sendiri.
Anggota DPR: TNI Sangat Butuh Pesawat Intai
Antara

Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi I DPR RI, Fayakhun Andriadi mengatakan, selain pembangunan armada laut yang tangguh berupa pengadaan kapal-kapal selam modern, TNI sangat membutuhkan pesawat intai serta pesawat angkut pasukan.

“Pembangunan TNI Angkatan Udara pertama-tama difokuskan pada kebutuhan pesawat angkut sejenis Hercules. Saat ini yang layak terbang hanya sekitar 10 unit, padahal kebutuhannya minimal 45 unit sebagai tulang punggung logistik,” ungkapnya di Jakarta, Kamis.

Selain pesawat angkut sejenis Hercules, menurut dia, juga pengadaan pesawat intai perbatasan dan pesawat tempur pemukul yang terdiri atas minimal tiga hingga lima skuadron, merupakan kebutuhan sangat mendesak.

Saya optimistis PT Dirgantara Indonesia (DI) mampu memproduksi sejumlah kebutuhan TNI AU, dengan bekerjasama dengan pemegang merek pesawat-pesawat yang dimaksud,” ujar politisi muda Partai Golkar ini.

Pembangunan kekuatan gatra udara ini, kata dia, harus berjalan seiring dengan penguatan di dua gatra lainnya (laut dan darat).

“Khusus di laut, saya pernah nyatakan urgensi pengadaan kapal-kapal selam dan kapal-kapal perang modern yang ditempatkan di titik-titik strategis untuk mengawal wilayah Nusantara sebagai `archupelagic state` (negara kepulauan terbesar) di dunia,” katanya.

Sedangkan di gatra darat, Fayakhun Andriadi menunjuk kebutuhan mendesak pengadaan roket-roket maupun rudal canggih untuk melindungi keutuhan NKRI.

“Sekaligus untuk memberi efek getar kepada setiap lawan,” tegasnya.

Beri kepercayaan

Ia juga mengharapkan pemberian kepercayaan kepada semua industri strategis domestik berperan dominan dalam pemenuhan kebutuhan alat utama sistem persenjataan utama (alutsosta).

“Yakni PT PAL, PT Koja Bahari dan beberapa yang lain untuk kebutuhan gatra laut. Lalu PT DI untuk kebutuhan gatra udara serta PT Pindad dan PT Krakatau Steel buat gatra darat. Kita sanggup kok,” ujarnya.

Dengan pemenuhan semua kebutuhan itu, dia optimistis, tujuan swasembada alutsista bisa tercapai pada akhir Renstra 2015.

“Bahkan setelah itu harus mampu memasuki babak baru, yaitu mengekspor ke negara-negara sahabat. Apalagi saya sudah mendengar bahwa Vietnam, Kamboja, Filipina, Brunei dan Thailand juga sangat berminat dengan produk-produk yang bisa diproduksi PT DI maupun PT Pindad tersebut,” ungkapnya.

Fayakhun Andriadi juga optimistis, industri pertahanan Indonesia bisa menjadi BUMN yang prospektif dan memiliki keunggulan kompetitif di regional ASEAN.

http://id.news.yahoo.com/antr/20101014/tpl-anggota-dpr-tni-sangat-butuh-pesawat-cc08abe.html

Satu Tanggapan

  1. mmm..bukannye nih orang yang pernah bilang di blog pribadinya bahwa super tucano adalah pesawat kuno yach..gara2x tuh pesawat pake baling2x…PINTERRRRRR😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: