Irwan Prayitno dan Privatisasi BUMN (Pertamina, dsb)

Soekarno sebagaimana halnya presiden Venezuela Hugo Chavez berhasil menasionalisasi perusahaan-perusahaan asing jadi BUMN-BUMN seperti Pertamina. Soeharto membangun dan mengembangkan BUMN-BUMN seperti Telkom dan Indosat. Sayangnya rezim Reformasi justru memprivatisasi/menjual BUMN-BUMN yang ada kepada asing.

Di bawah adalah berita dari media massa tentang pernyataan Irwan Prayitno dari PKS mengenai masalah privatisasi/penjualan BUMN-BUMN (Perusahaan Negara) seperti Pertamina.

 

Proses Privatisasi Pertamina Perlu Dipercepat

18/11/2000 20:43
Liputan6.com, Detroit: Ketua Komisi VIII Irwan Prayitno mendesak dilakukannya percepatan proses privatisasi Perusahaan Umum Pertamina. Tujuannya, agar segera meningkatkan daya saing Badan Usaha Milik Negara ini dalam menghadapi persaingan di era globalisasi mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan Irwan, baru-baru ini di Jakarta.

Menurut dia, saat ini Pertamina masih saja terfokus dalam pembenahan masalah-masalah internal, meski tantangan dan kompetisi sudah semakin dekat. Padahal, pemberlakukan privatisasi di Pertamina selain mampu menerapkan efisiensi penggunaan dana dan manajemen, juga dapat mengantisipasi persaingan menghadapi pasar bebas Asean (AFTA) tahun 2003 mendatang.

Selain itu, tambah Irwan, proses privatisiasi ini juga menjadi tuntutan yang mendesak untuk direalisasikan. Sehingga, saat memasuki era globalisasi nanti, Pertamina sudah siap bersaing dengan kompetitor dari negara-negara lain.

Dalam pengamatan Irwan, dia melihat pola yang diterapkan Pertamina saat ini adalah menghindari kompetisi. Sehingga tak heran bila Pertamina pun terkesan tak ingin bersaing. Padahal, dengan persaingan tersebut, Pertamina bisa terpacu untuk meningkatkan kinerjanya.(BMI/Jufri Alkatiri dan Sudjatmoko)
http://berita.liputan6.com/ekbis/200011/3939/Proses.Privatisasi.Pertamina.Perlu.Dipercepat

Irwan: Aset Pertamina Jangan Diambil Alih
Economy Tue, 22 Apr 2003 07:16:00 WIB

Jakarta – Ketua Komisi VIII DPR RI, Irwan Prayitno, mengharapkan aset-aset Pertamina tetap menjadi milik Pertamina dan tidak diambil alih. Aset-aset Pertamina baik di bisnis inti maupun non inti tetap menjadi milik Pertamina sehingga segala sesuatu yang bisa memberikan keuntungan bagi negara tetap menjadi milik Pertamina sendiri.

Demikian Ketua Komisi VIII DPR RI, Irwan Prayitno, Senin (21/4), usai sebagai pembicara dalam seminar nasional “Agenda Asing Menjarah Kemandirian Ekonomi Indonesia di Hotel Arya Duta Jakarta.

Berkaitan rencana pengambilan beberapa aset milik Pertamina seiring berubahnya Pertamina menjadi persero, Irwan Prayitno meminta untuk tidak mengambil lahan-lahan milik Pertamina yang dikelola perusahaan asing atau perusahaan nasional lainnya. Namun ia mempersilahkan pengambilalihan sumur-sumur migas yang baru.

Irwan juga mengungkapkan Pertamina sudah memiliki aset dan mempunyai kekuatan dalam industri migas nasional. Oleh karena itu aset-asetnya tidak boleh diambil pihak lain.

“Sebetulnya kita harapkan adalah bagaimana Pertamina menjadi sebuah perusahaan yang besar sehingga dia lebih efisien dan lebih profesional dibandingkan sebelumnya,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Irwan mengungkapakan privatisasi Pertamina tersebut bertujuan supaya Pertamina menjadi perusahaan yang besar dengan beroperasi secara efisien. Jika privatisasi tersebut dilakukan maka Pertamina akan kehilangan hak monopoli di biang distribusi BBM.

Sumber: Bisnis Indonesia
http://cybernews.cbn.net.id/cbprtl/cybernews/detail.aspx?x=Economy&y=cybernews|0|0|3|6638

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: