Dahlan Iskan Dukung Kenaikan Harga BBM

Sayang sekali jika Dahlan Iskan mendukung kenaikan harga BBM.

Konsumsi BBM “Subsidi” hanya 723 ribu bph.
Produksi minyak Indonesia 920 ribu bph.
Biaya produksi BBM US$ 15/brl. Harga jual US$ 71/brl (Rp 4500/ltr).
Kok bisa habis pak Dahlan?
Bagaimana bisa habis?

Dari data di atas jelas dengan harga Rp 4500/ltr (US$ 71/brl) pemerintah sudah untung besar. Kalau hanya ingin mengikuti harga minyak dunia yang naik sesaat, itu menyengsarakan rakyat. Memiskinkan rakyat.


Kalau alasannya beda Pertamax dengan Premium akan membuat para pemakai kendaraan memakai Premium, Dahlan Iskan kan bisa mengatur agar SPBU Pertamina melarang pemilik kendaraan pribadi, terutama mobil mewah seperti Alphard, Mercy, Fortuner, dsb untuk mengisi Premium. Para petugas SPBU bisa melarangnya. Jika perlu ada denda tilang sebesar 100 x lipat dari harga yang harus dibayar.

Selain itu Dahlan Iskan harusnya bisa menggerakan BUMN2 seperti Pertamina, Elnusa, dsb untuk mengelola sendiri minyak dan gas Indonesia sehingga perusahaan asing seperti Chevron, Exxon, dsb tidak bisa mendikte pemerintah soal harga minyak.

Dahlan juga bisa membangun kilang minyak dan melarang ekspor minyak mentah karena Indonesia itu sudah kekurangan minyak.

Pernyataan Dahlan Iskan bahwa “HARGA BBM HARUS NAIK! PEMERINTAH TIDAK BOLEH MUNDUR” itu sangat mengecewakan. Seharusnya sebagai seorang pemimpin bisa mencari solusi yang terbaik untuk rakyat.

Kenaikan harga BBM membuat rakyat miskin menjerit karena seluruh harga2 barang lainnya ikut naik. Solusinya ya jangan naikan harga BBM. Tanpa menaikan harga BBM pun pemerintah tidak akan rugi. Segala macam BLT itu selain cuma dinikmati 34 juta penduduk, itu tidak membantu 90 juta penduduk miskin lainnya. Hanya setahun pula. Justru BLT itu yang sering salah sasaran dan jadi bahan bancakan korupsi.

Banyak cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk menambah pendapatan negara seperti Menasionalisasi Perusahaan-perusahaan Tambang Asing sehingga ratusan bahkan mungkin ribuan trilyun rupiah tidak bocor ke perusahaan-perusahaan tambang asing.

Itulah visi/kebijakan yang harus diambil oleh seorang pemimpin sejati sebagaimana yang telah dilakukan oleh Presiden Venezuela Hugo Chave, Presiden Bolivia Evo Morales, dan Raja Arab Saudi Faisal.

Rabu, 28/03/2012 07:46 WIB

Dahlan: BBM Tidak Naik Sekarang, Agustus Habis, Pilih Mana?

Rista Rama Dhany – detikFinance

Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meminta masyarakat memilih, kalau pemerintah tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi alias premium sekarang, Agustus 2012 akan habis alias kosong di SPBU, masyarakat pilih mana?

“Pemerintah harus segera naikkan harga BBM sekarang ini, dan negara harus terus maju, tidak boleh mundur, harga BBM harus naik,” kata Dahlan kepada detikFinance, Rabu (28/3/2012).

Hal ini menurut, mantan Dirut PT PLN (Persero) ini, dikarenakan, jika tidak mulai sekarang dinaikan, Agustus 2012 BBM bersubsidi habis.

“Lebih sulit mana, lebih susah mana, silahkan masyarakat memilihnya. Kalau bulan Agustus nanti BBM habis lebih susahkan?” tanyanya.

Memang, menurutnya, rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi menuai banyak kontroversi. Demonstrasi besar-besaran di berbagai daerah hingga pusat ibu kota merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang menolak kenaikan harga BBM.

Dahlan meminta perwakilan pemerintah jangan menanggapi penolakan kenaikan BBM dengan emosional. “Nggak bisa ditanggapi secara emosi-emosi begitu,” tambahnya.

Tentunya Dahlan tak asal ngomong. Menurut Menteri Keuangan Agus Martawardojo dalam rapat dengan Badan Anggaran, kuota BBM yang ditetapkan 40 juta KL dalam APBN 2012 bakal jebol, bahkan bisa melonjak hingga 47 juta KL.

“Karena disparitas harga BBM subsidi (premium cs) dengan BBM non subsidi (pertamax cs) terlampau jauh. Jika ini terus dibiarkan, akan makin banyak masyarakat yang sudah biasa pakai pertamax cs bakal lari ke premium. Ini akan menyebabkan kuota BBM jebol dan negara makin berat menanggung subsidi BBM,” jelas Agus waktu itu.

Bahkan menurut mantan Dirut Bank Mandiri ini, harga premium cs Rp 4.500 per liter berbanding jauh dengan harga pertamax cs yang diatas Rp 9.000 per liter.

“Saat ini saja untuk harga keekonomian Premium (tanpa subsidi) Rp 9.018 per liter. Artinya negara mensubsidi tiap liter premium lebih dari Rp 4.500 per liternya,” terang Agus.

Bahkan, seperti diketahui, kuota BBM pada tahun 2011 saja jebol sekitar 2 juta KL. Dengan jebolnya kuota tersebut bisa jadi Pertamina akan menyetop penyaluran premium dan solar pada tahun lalu.

Namun pemerintah berinisiatif, Pertamina tetap menyalurkan BBM bersubsidi, namun baru akan dibayar pemerintah terhadap kelebihan kuota setelah ada audit dari Badan Pemeriksa Keuangan pada 2012.

(rrd/ang)

http://finance.detik.com/read/2012/03/28/074626/1878402/1034/?991104topnews

Selasa, 27/03/2012 15:07 WIB

Dahlan Iskan: Pemerintah Tak Boleh Mundur, BBM Harus Naik

Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – Menteri BUMN Dahlan Iskan menilai kenaikan BBM yang digagas pemerintah sudah menjadi suatu keharusan. Pemerintah diminta tidak boleh lemas ataupun mundur dalam menetapkan kebijakan tersebut.

“Pemerintah nggak boleh mundur. Pemerintah harus kuat, tidak boleh lemas,” kata Dahlan di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (27/3/2012).

Menurut Dahlan rencana pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi memang menuai banyak kontroversi. Demonstrasi besar-besaran di berbagai daerah hingga pusat Ibu Kota merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang menolak kenaikan harga BBM.

Dahlan meminta perwakilan pemerintah jangan menanggapi penolakan kenaikan BBM dengan emosional. “Nggak bisa ditanggapi secara emosi-emosi begitu,” tambahnya.

Seperti diketahui, rencana pemerintah menaikkan harga BBM menuai banyak kontroversi. Di satu sisi pemerintah ingin mencabut subsidi karena memang salah sasaran. Di sisi lain, menaikkan harga BBM membuat banyak orang miskin menjerit.

Bensin Premium dan Solar direncanakan naik menjadi Rp 6.000/liter. Rencananya akan dilakukan pada 1 April 2012 setelah DPR menyetujui rencana pemerintah melalui rapat paripurna.

(wep/dru)

http://finance.detik.com/read/2012/03/27/150711/1877766/4/dahlan-iskan-pemerintah-tak-boleh-mundur-bbm-harus-naik

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: