Partai Pendukung Kenaikan Harga BBM dan Penentangnya

Partai pendukung kenaikan harga BBM yang utama adalah Partai Demokrat yang memang sejak awal gigih memperjuangkan kenaikan harga BBM. Ada pun partai lain seperti Golkar dan PPP yang semula menolak kenaikan harga BBM, akhirnya setelah rapat paripurna menyetujui kenaikan harga BBM.

Ada 2 Opsi yang dipilih. Opsi pertama menolak kenaikan harga BBM. Yang menolaknya adalah PDIP dan Hanura yang sampai walk-out. Kemudian Gerindra dan PKS.

Ada pun Opsi Ke2 menyatakan pemerintah bisa menaikan harga BBM jika rata-rata harga jual minyak Indonesia (sesuai dengan harga bursa Komoditas NYMEX)  di atas 15% dari acuan APBN yang US$ 105,75/brl. Artinya jika harga minyak dunia mencapai US$ 120,75, pemerintah bisa menaikan harga BBM. Saat ini harga minyak sudah mencapai US$ 118/brl.

Baca lebih lanjut

BBM Naik Rp 6.000, Ibas: Partai Koalisi Diminta Dukung Pemerintah

Ibas, anak SBY yang juga jadi Sekjen Partai Demokrat, meminta partai Koalisi mendukung keputusan pemerintah untuk menaikan harga BBM dari Rp 4.500/ltr jadi Rp 6.000/ltr….

Jumat, 30/03/2012 12:11 WIB

BBM Naik Rp 6.000, Ibas: Partai Koalisi Diminta Dukung Pemerintah

Rista Rama Dhany – detikFinance
Jakarta – Pemerintah berencana untuk menaikkan harga BBM subsidi menjadi Rp 6.000 per liter. Partai Demokrat sebagai pendukung pemerintah meminta partai-partai koalisi mendukung langkah tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Sekjen Partai Demokrat Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/3/2012).

“Semua partai menginginkan yang terbaik buat bangsanya. Kenaikan BBM bukanlah hal yang baru, maka itu kami (Partai Demokrat) meminta komitmen partai koalisi untuk mendukung langkah pemerintah,” tutur Ibas.

Baca lebih lanjut

Prestasi dan Kinerja Pemerintahan SBY

Jika kita lihat Kinerja Pemerintahan SBY yang merupakan Koalisi PD, Golkar, dan beberapa partai lainnya akan kita lihat sisi positif dan negatif.

Sisi positifnya adalah pemerintah SBY berhasil meredam berbagai konflik di Ambon, Sampit, dan juga di Aceh. Ini satu nilai positif dibanding Wiranto yang ketika jadi Pangab, namun gagal mengatasi konflik tersebut (bisa jadi ini karena presidennya kurang mendukung).

Baca lebih lanjut

SBY – Alhamdulillah BBM 3 x Turun dan 3 x Naik!

Di iklan-iklan TV digambarkan masyarakat Indonesia sangat bersyukur karena BBM 3 x turun hingga BBM jadi murah. Ini tidak pernah terjadi dalam sejarah! Buat kampanye sih sah-sah saja hal yang positif dikemukakan. Tapi kalau cuma satu sisi saja, rasanya kurang baik. Nanti akhirnya SBY dan Partai Demokrat jadi cepat puas sehingga malas membuat perubahan yang lebih baik untuk rakyat.

BBM (Premium) memang turun dari Rp 6.000/liter jadi Rp 5.500, Rp 5.000, kemudian Rp 4.500/liter. BBM turun 3x. Tapi harap diingat pula, di zaman SBY pula BBM naik sampai 3 kali! Kalau turun besarnya hanya 10% atau kurang, ketika naik justru sampai 125%!

Baca lebih lanjut

Download File Presentasi “Tak Ada Subsidi BBM” dan Penjajahan Kompeni

Secara matematis memang dengan jumlah konsumsi minyak 1,2 juta bph (barrel/hari), produksi 1 juta bph, dan impor 0,2 juta bph dengan biaya produksi US$ 15/barrel, harga jual US$ 77/barrel dan harga minyak Internasional US$ 125/barrel Indonesia harusnya untung US$ 49,4 juta per hari atau Rp 165,8 Trilyun/tahun(1 barrel=159 liter dan 1 US$ = Rp 9.200). Anda juga bisa menghitung sendiri dengan spreadsheet/kalkulator anda.

Tapi pernyataan rugi pemerintah bisa jadi satu kebenaran/bukan kebohongan karena “Cost Recovery” tahun 2008 untuk produksi sekitar 1 juta bph besarnya menurut LMND Rp 74 trilyun ditambah bagi hasil 15%. Deputi Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Dodi Hidayat mengungkapkan bahwa bagi hasil berikut cost recovery bisa mencapai 60:40.

Baca lebih lanjut

Kenaikan Harga BBM, TDL, Telepon: Megawati Minta Pengertian dan Dukungan Rakyat

Denpasar, Sinar Harapan

Presiden Megawati Soekarnoputri menegaskan, keputusan pemerintah menaikkan harga BBM, telepon dan listrik adalah semata–mata untuk memperbaiki kondisi perekonomian bangsa Indonesia. Untuk itu masyarakat diimbau agar mengerti, kendati keputusan menaikkan harga tersebut dirasakan sangat berat.

”Pemerintah tak punya pilihan lain, kecuali menaikkan harga BBM,” ujar Megawati ketika menyampaikan pidato politiknya selaku Ketua Umum DPP PDIP pada perayaan HUT PDIP ke-30 di lapangan Mengwi, Badung, Bali, Minggu (12/1).

Baca lebih lanjut

Zaman SBY Harga BBM Naik 125%

Pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, rakyat harus menghadapi kenaikan harga BBM sebesar 125%. Pemerintah menaikkan harga minyak tanah dari Rp 700 menjadi Rp 2.000, solar Rp 2.100 menjadi Rp 4.300, dan premium Rp 2.400 menjadi Rp 4.500 masing-masing per liter.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: