Partai Pendukung Kenaikan Harga BBM dan Penentangnya

Partai pendukung kenaikan harga BBM yang utama adalah Partai Demokrat yang memang sejak awal gigih memperjuangkan kenaikan harga BBM. Ada pun partai lain seperti Golkar dan PPP yang semula menolak kenaikan harga BBM, akhirnya setelah rapat paripurna menyetujui kenaikan harga BBM.

Ada 2 Opsi yang dipilih. Opsi pertama menolak kenaikan harga BBM. Yang menolaknya adalah PDIP dan Hanura yang sampai walk-out. Kemudian Gerindra dan PKS.

Ada pun Opsi Ke2 menyatakan pemerintah bisa menaikan harga BBM jika rata-rata harga jual minyak Indonesia (sesuai dengan harga bursa Komoditas NYMEX)  di atas 15% dari acuan APBN yang US$ 105,75/brl. Artinya jika harga minyak dunia mencapai US$ 120,75, pemerintah bisa menaikan harga BBM. Saat ini harga minyak sudah mencapai US$ 118/brl.

Baca lebih lanjut

SATYA YUDHA: PEMERINTAH HARUS NAIKKAN HARGA BBM BERSUBSIDI!

Satya Yudha anggota Komisi VII DPR dari partai Golkar:

Presiden harus digugat karena tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada tahun anggaran 2011. Sebab, Undang-undang No10 tahun 2010 tentang APBN 2011 telah mengamanatkan kenaikan harga sebesar 10% atau setara dengan Rp 500 per liter.

http://nasional.kontan.co.id/v2/read/1309837167/71965/Tidak-naikkan-BBM-subsidi-Presiden-bisa-digugat

====

Jelas pak Satya itu tidak mewakili rakyat.

Lebih mengutamakan kepentingan pengusaha minyak.

Di Arab Saudi, harga bensin cuma Rp 1400/liter. Di Venezuela cuma Rp 270/liter.

Jadi kenapa di Indonesia yg harganya Rp 4500/liter harus dinaikkan lagi? Apa tidak mencekik rakyat?

Baca lebih lanjut

Anggota DPR Fayakhun Andriadi: Indonesia Bisa Buat Alutsista Sendiri

Alhamdulillah ada anggota DPR, Fayakhun Andriadi dari Golkar,  yang masih berpikir untuk menjadikan Indonesia mandiri dalam pengadaan Alutsista seperti pesawat terbang, kapal laut, dan juga kendaraan darat. Semoga politisi muda dari parpol lain menyusul untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang mandiri dan sanggup berswa-sembada memenuhi kebutuhannya sendiri.
Anggota DPR: TNI Sangat Butuh Pesawat Intai
Antara

Baca lebih lanjut

Hasil Akhir Pansus Century: Mayoritas Anggota DPR Tolak Bail Out

Akhirnya mayoritas anggota DPR (325) memutuskan bahwa Bail-out Bank Century senilai Rp 6,7 trilyun bermasalah, sementara 212 suara menganggap tidak masalah.

Fraksi yang menolak Bail Out adalah Golkar, PDIP, PKS, Gerindra, Hanura, PPP, dan dari PKB satu orang, yaitu ibu Lily Wahid.

Sementara yang menyetujui Bail Out adalah Partai Demokrat, PAN, dan PKB.

Kejutan diberikan oleh ibu Lily Wahid yang membelot dan menolak Bail Out meski dia akhirnya dapat SP1 dari pimpinan PKB, Muhaimin Iskandar. Dari PPP, meski mendapat tekanan dari Suryadarma Ali, pimpinan PPP yang jadi Menteri Agama, namun Kurdi Moekri dengan berani “membangkang” dan menolak Bail Out. Tindakannya itu diikuti oleh teman-temannya sehingga 32 anggota PPP lain menolak Bail Out. Tak satu pun yang mendukung Bail Out.

Baca lebih lanjut

Prabowo Keluar dari Golkar – Kaukus Muda Golkar Dukung Duet Prabowo-Akbar

Prabowo menyatakan dia keluar dari Golkar karena Golkar sudah tidak pro rakyat lagi. Selain itu sekarang negara Indonesia lebih kapitalis daripada negara Kapitalis. Prabowo menyatakan platform Gerindra, Ekonomi Kerakyatan, cocok dengannya.

Prabowo: Saya Keluar dari Golkar

Baca lebih lanjut

Kenaikan Harga BBM: PD dan Golkar Tolak Hak Angket

Akibat kenaikan harga BBM yang bertubi-tubi akhirnya diusulkan Hak Angket tentang itu. Semua partai politik mendukung, kecuali Partai Demokrat dan Partai Golkar yang merupakan pendukung utama pemerintah (SBY capres dari PD sementara Wapres JK merupakan Ketua Golkar).

Dari Golkar hanya Yuddy Chrisnandy yang mendukung hak angket, sementara seluruh anggota Partai Demokrat menolaknya.

Sebagai informasi, Hak Interpelasi hanyalah hak anggota DPR untuk bertanya. Jika pertanyaan sudah dijawab oleh pemerintah (baik oleh Presiden atau diwakilkan) maka selesai sudah.

Baca lebih lanjut

Golkar Desak Pemerintah Naikkan BBM

Suradi

Sinar Harapan, Rabu, 31 Agustus 2005. Jakarta – Partai Golkar mendesak pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) guna mengatasi krisis, mengingat harga minyak dunia melambung.

Usulan mempercepat kenaikan BBM ini diungkapkan jajaran pimpinan partai berlambang pohon beringin itu kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (30/8) petang. Mereka adalah Ketua DPP Tadjudin Noer Said, Enggartiasto Lukito, Ketua Komisi VII DPR yang menangani energi Agusman Effendi, dan anggota DPR dari Golkar yang duduk di komisi anggaran DPR, Hafidz Zawawi, Suharsoyo, Darul Siska serta Syamsul Bahri.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: