Perbandingan Jokowi vs Tokoh2 PKS

Saya melihat beberapa kader PKS melakukan kampanye hitam/penghinaan terhadap Jokowi. Dari Jokowi Musyrik, Esemka bohongan, dan sebagainya. Padahal belum tentu itu benar.

Memang sih tokoh-tokoh PKS dikenal sebagai ustad/qiyadah yang boleh dikata diikuti secara membabi-buta/taqlid oleh para kadernya. Bahkan kritikan para ustad seperti Ustad Ahmad Sarwad atau Ustad Ihsan Tanjung pun tidak diindahkan. Para tokoh PKS selain fasih membaca Al Qur’an juga bahkan ada yang hafal Al Qur’an/Hafidz.

Baca lebih lanjut

Jokowi: Walikota Solo yang Humanis dan Berprestasi

Alhamdulillah ada juga tokoh bagus yang bisa diberitakan…:)

Agar Indonesia makmur, butuh pemimpin yang amanah dan peduli pada rakyatnya. Mudah-mudahan para tokoh, parpol, dan pejabat bisa mendukungnya juga. Ada pun kita bisa mendukungnya dengan mempromosikan di milis-milis dan blog yang kita miliki jika perlu membuat dan memasang spanduk agar rakyat tidak salah pilih dan didapat pemimpin yang amanah.

Jarang-jarang ada pemimpin di Indonesia yang bagus dan humanis. Oleh karena itu saya tampilkan Jokowi yang mampu memindahkan pedagang kaki lima di Solo tanpa harus menggusur mereka. Jokowi dengan cerdas mengatasi masalah dengan Win-Win Solution.

Hebatnya lagi, tidak seperti pemimpin lain yang mengeluh soal gaji atau minta naik gaji, dia tidak pernah mengambil gajinya. Usaha Mebelnya yang sudah ada sebelum jadi walikota sudah cukup untuk menghidupinya.

Contohnya agar mau dipindahkan, Jokowi mengajak para pedagang itu makan-makan setiap minggu. Pada acara makan ke 54, baru dia berani menyatakan bahwa dia akan memindahkan para pedagang.

Baca lebih lanjut

Benarkah Sri Mulyani dan Boediono Ekonom yang Hebat?

Sri Mulyani hebat… Sri Mulyani canggih…

Begitu pula dengan Boediono.

Saya jadi terkagum2 pada pernyataan itu.
Cuma benarkah?
Baca lebih lanjut

Kabinet Indonesia Bersatu II

KIB2Akhirnya Kabinet Indonesia Bersatu II dilantik oleh SBY. Saat pelantikan terjadi beberapa kontroversi seperti tudingan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari terang-terangan mengungkapkan perilaku Endang Rahayu Sedyaningsih. Siti meragukan nasionalisme Endang karena pernah secara diam-diam membawa virus H5N1 ke luar negeri. Padahal Indonesia sudah memperjuangkan soal virus sharing dan disetujui dalam sidang WHO.

Akibat perilakunya itu, Siti kemudian memutasi Endang dan menurunkan jabatannya menjadi peneliti biasa. Soal ini Endang membantahnya.

Selain itu juga terjadi kontroversi kenaikan gaji menteri di masyarakat.

Baca lebih lanjut

Kriteria Politikus Busuk di Indonesia

IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru atau rudal, tapi dengan wabah kelaparan. (Andres Perez, Mantas Presiden Venezuela, The Ecologist Report, Globalizing Poverty, 2000).

Oleh karena itu kriteria Politikus busuk selain suka selingkuh, korupsi, berbohong, melakukan kesalahan, adalah orang yang berpaham Neoliberalisme sesuai dengan paham IMF, World Bank, WTO, dan USAID.

Berikut kriterianya:

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: