SBY – Alhamdulillah BBM 3 x Turun dan 3 x Naik!

Di iklan-iklan TV digambarkan masyarakat Indonesia sangat bersyukur karena BBM 3 x turun hingga BBM jadi murah. Ini tidak pernah terjadi dalam sejarah! Buat kampanye sih sah-sah saja hal yang positif dikemukakan. Tapi kalau cuma satu sisi saja, rasanya kurang baik. Nanti akhirnya SBY dan Partai Demokrat jadi cepat puas sehingga malas membuat perubahan yang lebih baik untuk rakyat.

BBM (Premium) memang turun dari Rp 6.000/liter jadi Rp 5.500, Rp 5.000, kemudian Rp 4.500/liter. BBM turun 3x. Tapi harap diingat pula, di zaman SBY pula BBM naik sampai 3 kali! Kalau turun besarnya hanya 10% atau kurang, ketika naik justru sampai 125%!

Baca lebih lanjut

Hidayat Nur Wahid: Kenaikan Harga BBM Membuat Rakyat Menderita

Meski Hidayat Nur Wahid menolak kenaikan harga BBM, namun dia tidak bisa melakukan tindakan kecuali dengan lisan dan tulisan. Karenna menurut UUD saat ini yang bisa melakukan aksi adalah anggota DPR di mana sebagian (dari Golkar dan PD) justru mendukung pemerintah. Jika DPR keberatan, maka DPR bisa meminta MK untuk menentukan apakah dalam kenaikan harga BBM Presiden melanggar konstitusi, setelah jawaban MK ya, baru DPR bisa meminta MPR untuk menggelar sidang paripurna MPR guna menentukan nasib presiden.

Satu ucapan HNW tentang kenaikan harga BBM:

“Banyak yang diabaikan pemerintah sebelum memutuskan menaikkan harga BBM. Seharusnya, kata dia, kenaikan harga BBM didahului dengan meningkatkan daya beli rakyat, sosioalisasi yang cukup serta membuat skema harga baru seiring kenaikan BBM agar tidak terjadi kenaikan harga secara liar.”

Baca lebih lanjut

Kenaikan Harga BBM: PD dan Golkar Tolak Hak Angket

Akibat kenaikan harga BBM yang bertubi-tubi akhirnya diusulkan Hak Angket tentang itu. Semua partai politik mendukung, kecuali Partai Demokrat dan Partai Golkar yang merupakan pendukung utama pemerintah (SBY capres dari PD sementara Wapres JK merupakan Ketua Golkar).

Dari Golkar hanya Yuddy Chrisnandy yang mendukung hak angket, sementara seluruh anggota Partai Demokrat menolaknya.

Sebagai informasi, Hak Interpelasi hanyalah hak anggota DPR untuk bertanya. Jika pertanyaan sudah dijawab oleh pemerintah (baik oleh Presiden atau diwakilkan) maka selesai sudah.

Baca lebih lanjut

Download File Presentasi “Tak Ada Subsidi BBM” dan Penjajahan Kompeni

Secara matematis memang dengan jumlah konsumsi minyak 1,2 juta bph (barrel/hari), produksi 1 juta bph, dan impor 0,2 juta bph dengan biaya produksi US$ 15/barrel, harga jual US$ 77/barrel dan harga minyak Internasional US$ 125/barrel Indonesia harusnya untung US$ 49,4 juta per hari atau Rp 165,8 Trilyun/tahun(1 barrel=159 liter dan 1 US$ = Rp 9.200). Anda juga bisa menghitung sendiri dengan spreadsheet/kalkulator anda.

Tapi pernyataan rugi pemerintah bisa jadi satu kebenaran/bukan kebohongan karena “Cost Recovery” tahun 2008 untuk produksi sekitar 1 juta bph besarnya menurut LMND Rp 74 trilyun ditambah bagi hasil 15%. Deputi Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Dodi Hidayat mengungkapkan bahwa bagi hasil berikut cost recovery bisa mencapai 60:40.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: