Apa itu Neoliberalisme?

Saat ini ramai diberitakan bahwa Capres “X” atau Cawapres “Y” adalah Neoliberalis atau Antek Asing sementara pihak yang tertuduh atau simpatisannya membelanya. Istilah “Neoliberalis” jadi populer sekarang.

Tapi masih banyak orang yang tidak tahu “Apa sih Neoliberalis itu?” Oleh karena itu saya akan mencoba menjelaskannya sesederhana mungkin sehingga orang awam bisa memahaminya.

Baca lebih lanjut

Iklan

Fadjroel Rachman: Ketiga capres 2009 agen neoliberalisme

M Fadjroel RachmanBerikut satu opini yang ekstrim dari Fadjroel Rachman yang merupakan Capres Indonesia 2009  dari Independen yang gagal melaju ke Pilpres.

Tulisannya mungkin akan membuat panas para pendukung semua Capres, namun berbagai kritik dan angka yang dilontarkannya cukup menarik untuk dipelajari.

Ketiga capres 2009 agen neoliberalisme

SATRIADI TANJUNG

WASPADA ONLINE, Sunday, 17 May 2009 20:41 WIB

JAKARTA – Ketiga pasangan capres dan cawapres yang maju dalam pilpres mendatang, menurut Fadjroel Rachman, merupakan agen neoliberalisme karena semuanya pernah menjual BUMN, minyak dan gas serta berutang kepada luar negeri.

Baca lebih lanjut

Pro-Kontra Apakah Boediono Neoliberalis atau Tidak

Faisal BasriBerikut adalah berbagai artikel pro-kontra yang menyatakan apakah Boediono adalah Neoliberalis atau tidak.

Ekonom UI, Faisal Basri, Chatib Basri (Pendukung Iklan Kenaikan Harga BBM), dan Anas Urbaningrum menolak tuduhan Boediono adalah Neoliberalis. Menurut Faisal H Basri bahkan Boediono adalah Antitesa Neoliberal. Di antara argumentasi Faisal Basri adalah:

Baca lebih lanjut

Parpol dgn Ekonomi Rakyat VS Kapitalis Neoliberalis – Gerindra Ajukan Sosialisme

Terlepas dari Prabowo yang orangnya mungkin agak emosional, namun boleh dikata Gerindra memang mengusung ekonomi rakyat yang mengandalkan kemandirian Indonesia.

Saat ini parpol di Indonesia seperti Golkar, PD, PDIP itu mengusung sistem Kapitalis/Neoliberalis. Sistem ini mengandalkan Bursa Saham yang menurut Prabowo tak lebih dari tempat perjudian kelas kakap. Kemudian sistem Ekonomi Pengemis yang mengandalkan datangnya “Investor Asing” yang tak lebih dari spekulan saham/valas yang begitu krisis langsung kembali ke negaranya. Sistem ini juga mengandalkan “Privatisasi” berikut penyerahan kekayaan alam Indonesia ke perusahaan2 asing.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: