BBM Naik Rp 6.000, Ibas: Partai Koalisi Diminta Dukung Pemerintah

Ibas, anak SBY yang juga jadi Sekjen Partai Demokrat, meminta partai Koalisi mendukung keputusan pemerintah untuk menaikan harga BBM dari Rp 4.500/ltr jadi Rp 6.000/ltr….

Jumat, 30/03/2012 12:11 WIB

BBM Naik Rp 6.000, Ibas: Partai Koalisi Diminta Dukung Pemerintah

Rista Rama Dhany – detikFinance
Jakarta – Pemerintah berencana untuk menaikkan harga BBM subsidi menjadi Rp 6.000 per liter. Partai Demokrat sebagai pendukung pemerintah meminta partai-partai koalisi mendukung langkah tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Sekjen Partai Demokrat Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/3/2012).

“Semua partai menginginkan yang terbaik buat bangsanya. Kenaikan BBM bukanlah hal yang baru, maka itu kami (Partai Demokrat) meminta komitmen partai koalisi untuk mendukung langkah pemerintah,” tutur Ibas.

Baca lebih lanjut

Partai Demokrat Dukung Kenaikan Harga BBM

Ketua DPR Marzuki Alie menegaskan kenaikan harga BBM adalah kebijakan pro rakyat. Dia meminta oposisi jangan membodohi rakyat.

http://news.detik.com/read/2012/03/28/100911/1878520/10/marzuki-kenaikan-harga-bbm-pro-rakyat?9911012

Sutan Bhatoegana: BBM Harus Naik, Kalau Tidak Gaji Pejabat Bisa Dipangkas

Politisi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana membenarkan jika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi saat ini tidak naik, maka Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan semakin berat dan keuangan negara makin tidak sehat (defisit). Dampak salah satunya bisa jadi gaji para pejabat negara sampai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dipangkas.

Baca lebih lanjut

Dahlan Iskan Dukung Kenaikan Harga BBM

Sayang sekali jika Dahlan Iskan mendukung kenaikan harga BBM.

Konsumsi BBM “Subsidi” hanya 723 ribu bph.
Produksi minyak Indonesia 920 ribu bph.
Biaya produksi BBM US$ 15/brl. Harga jual US$ 71/brl (Rp 4500/ltr).
Kok bisa habis pak Dahlan?
Bagaimana bisa habis?

Dari data di atas jelas dengan harga Rp 4500/ltr (US$ 71/brl) pemerintah sudah untung besar. Kalau hanya ingin mengikuti harga minyak dunia yang naik sesaat, itu menyengsarakan rakyat. Memiskinkan rakyat.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: