Partai Pendukung Kenaikan Harga BBM dan Penentangnya

Partai pendukung kenaikan harga BBM yang utama adalah Partai Demokrat yang memang sejak awal gigih memperjuangkan kenaikan harga BBM. Ada pun partai lain seperti Golkar dan PPP yang semula menolak kenaikan harga BBM, akhirnya setelah rapat paripurna menyetujui kenaikan harga BBM.

Ada 2 Opsi yang dipilih. Opsi pertama menolak kenaikan harga BBM. Yang menolaknya adalah PDIP dan Hanura yang sampai walk-out. Kemudian Gerindra dan PKS.

Ada pun Opsi Ke2 menyatakan pemerintah bisa menaikan harga BBM jika rata-rata harga jual minyak Indonesia (sesuai dengan harga bursa Komoditas NYMEX)  di atas 15% dari acuan APBN yang US$ 105,75/brl. Artinya jika harga minyak dunia mencapai US$ 120,75, pemerintah bisa menaikan harga BBM. Saat ini harga minyak sudah mencapai US$ 118/brl.

Baca lebih lanjut

Partai Demokrat Dukung Kenaikan Harga BBM

Ketua DPR Marzuki Alie menegaskan kenaikan harga BBM adalah kebijakan pro rakyat. Dia meminta oposisi jangan membodohi rakyat.

http://news.detik.com/read/2012/03/28/100911/1878520/10/marzuki-kenaikan-harga-bbm-pro-rakyat?9911012

Sutan Bhatoegana: BBM Harus Naik, Kalau Tidak Gaji Pejabat Bisa Dipangkas

Politisi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana membenarkan jika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi saat ini tidak naik, maka Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan semakin berat dan keuangan negara makin tidak sehat (defisit). Dampak salah satunya bisa jadi gaji para pejabat negara sampai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dipangkas.

Baca lebih lanjut

Daftar Nama Pendukung Kenaikan Harga BBM tahun 2005

Warga Antri BBM

Warga Antri BBM

Berikut nama-nama pendukung kenaikan harga BBM tahun 2005 yang mencapai 125%. Mereka memasang iklan dukungan kenaikan harga BBM di berbagai media massa. Bahkan LPEM FEUI membuat “studi Ilmiah” yang menyatakan kemiskinan berkurang jika harga BBM dinaikkan.

Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro yang berulangkali menaikan harga BBM ternyata di zaman Megawati juga menaikan harga BBM.

Baca lebih lanjut

Track Record Rizal Mallarangeng: Calon Presiden Save Our Nation?

Rizal Mallarangeng mencalonkan diri jadi Capres? Iklannya Save our Nation sering muncul di Metro TV dengan nada simpatik seolah-olah peduli pada rakyat. Padahal dari berbagai berita di media massa, Rizal Mallarangeng jadi tim perunding rebutan blok Migas Cepu antara Pertamina dengan Exxon Mobil yang berakhir dengan penyerahan Blok Cepu ke Exxon.

Kemudian Rizal Mallarangeng turut dalam iklan mendukung kenaikan harga BBM tahun 2005 yang mencapai 125%. Itukah cara Rizal untuk mensejahterakan rakyat Indonesia? Menyelamatkan bangsa Indonesia? Save our Nation?

Baca lebih lanjut

Hidayat Nur Wahid: Kenaikan Harga BBM Membuat Rakyat Menderita

Meski Hidayat Nur Wahid menolak kenaikan harga BBM, namun dia tidak bisa melakukan tindakan kecuali dengan lisan dan tulisan. Karenna menurut UUD saat ini yang bisa melakukan aksi adalah anggota DPR di mana sebagian (dari Golkar dan PD) justru mendukung pemerintah. Jika DPR keberatan, maka DPR bisa meminta MK untuk menentukan apakah dalam kenaikan harga BBM Presiden melanggar konstitusi, setelah jawaban MK ya, baru DPR bisa meminta MPR untuk menggelar sidang paripurna MPR guna menentukan nasib presiden.

Satu ucapan HNW tentang kenaikan harga BBM:

“Banyak yang diabaikan pemerintah sebelum memutuskan menaikkan harga BBM. Seharusnya, kata dia, kenaikan harga BBM didahului dengan meningkatkan daya beli rakyat, sosioalisasi yang cukup serta membuat skema harga baru seiring kenaikan BBM agar tidak terjadi kenaikan harga secara liar.”

Baca lebih lanjut

Kriteria Politikus Busuk di Indonesia

IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru atau rudal, tapi dengan wabah kelaparan. (Andres Perez, Mantas Presiden Venezuela, The Ecologist Report, Globalizing Poverty, 2000).

Oleh karena itu kriteria Politikus busuk selain suka selingkuh, korupsi, berbohong, melakukan kesalahan, adalah orang yang berpaham Neoliberalisme sesuai dengan paham IMF, World Bank, WTO, dan USAID.

Berikut kriterianya:

Baca lebih lanjut

Kenaikan Harga BBM: PD dan Golkar Tolak Hak Angket

Akibat kenaikan harga BBM yang bertubi-tubi akhirnya diusulkan Hak Angket tentang itu. Semua partai politik mendukung, kecuali Partai Demokrat dan Partai Golkar yang merupakan pendukung utama pemerintah (SBY capres dari PD sementara Wapres JK merupakan Ketua Golkar).

Dari Golkar hanya Yuddy Chrisnandy yang mendukung hak angket, sementara seluruh anggota Partai Demokrat menolaknya.

Sebagai informasi, Hak Interpelasi hanyalah hak anggota DPR untuk bertanya. Jika pertanyaan sudah dijawab oleh pemerintah (baik oleh Presiden atau diwakilkan) maka selesai sudah.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: